Jabar Hari Ini: Heboh Selebaran Hina Nabi Muhamad-Iwa Divonis 4 Tahun

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 18 Mar 2020 20:50 WIB
Selebaran Hina Nabi Muhammad di Subang
Sejumlah selebaran berisi kalimat menghina Nabi Muhammad berceceran di jalanan, Kabupaten Subang, Jawa Barat. (Foto: tangkapan layar Facebook)
Bandung -

Beragam peristiwa terjadi di Jabar hari ini, Rabu (18/3/2020). Mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar Iwa Karniwa divonis empat tahun penjara hingga selebaran hinaan Nabi Muhammad tersebar di Subang.

Berikut rangkumannya:

Iwa Karniwa Divonis 4 Tahun Penjara

Majelis hakim menjatuhkan vonis 4 tahun penjara kepada eks Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat Iwa Karniwa. Iwa dianggap terbukti menerima suap berkaitan dengan proyek Meikarta.

Vonis dibacakan langsung majelis hakim yang diketuai Daryanto di Pengadilan Tipikor Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, Rabu (18/3/2020). "Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Iwa Karniwa dengan pidana penjara selama empat tahun," ucap majelis hakim saat membacakan amar putusannya.

Hakim menyatakan Iwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi. Iwa bersalah sesuai Pasal 12 huruf a Undang-undang Tipikor tahun 1999. "Menyatakan terdakwa Iwa Karniwa secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi," kata hakim.

Selain hukuman penjara, hakim juga menghukum Iwa dengan denda Rp 200 juta. "Dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar, maka diganti dengan pidana kurungan selama satu bulan," kata hakim.

Dalam putusannya, hakim tak mengabulkan pidana tambahan membayar uang pengganti Rp 400 juta. "Menimbang, maka tidak menjatuhkan pidana tambahan pengganti terhadap diri terdakwa," ucap majelis hakim.

Jabar Hari Ini: Heboh Selebaran Hina Nabi Muhamad-Iwa Divonis 4 TahunSidang Iwa Karniwa (Dony Indra Ramadhan/detikcom)

Pembayaran uang pengganti senilai Rp 400 juta ini ada dalam tuntutan jaksa KPK. Karena berdasarkan fakta persidangan Iwa hanya terbukti menerima Rp 400 juta dari Meikarta melalui Neneng Rahmi Nurlaili selaku eks pejabat di Dinas PUPR Bekasi, Soleman anggota DPRD Bekasi dan Waras Wasisto anggota DPRD Jabar.

Uang tersebut digunakan untuk belanja banner guna kepentingan Iwa dalam pencalonan sebagai bakal calon gubernur Jawa Barat tahun 2018 lalu. Hakim menyatakan tidak dikabulkannya tuntutan jaksa KPK itu melandasi dakwaan jaksa tidak mengandung unsur kerugian negara.

"Berdasarkan pertimbangan di atas tidak mengandung unsur kerugian negara sehingga tidak wajib mempertimbangkan. Dan dalam dakwaan jaksa, tidak ada dakwaan Pasal 18 serta dalam perkara ini tidak dilibatkan instansi yang berwenang dan ahli untuk menghitung kerugian negara yang timbul," katanya.

Soal pembayaran uang pengganti ini sudah disinggung jaksa dalam tuntutannya. Dalam amar tuntutan, jaksa juga memberi tambahan hukuman berupa membayar uang pengganti senilai Rp 400 juta. Uang tersebut yang terbukti diberikan kepada Iwa.

"Jika terdakwa tidak membayar uang pengganti dalam waktu satu bulan sesudah putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap, maka harta bendanya dapat disita oleh jaksa dan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut. Jika harta benda terdakwa tidak mencukupi, maka dipidana dengan pidana satu tahun," kata jaksa saat sidang tuntutan.

Vonis terhadap Iwa lebih rendah ketimbang tuntutan dari jaksa KPK. Dalam tuntutannya, jaksa meminta hakim menjatuhkan pidana kepada Iwa selama 6 tahun penjara.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4 5