"Pertama saya ikut belasungkawa atas kejadian ini. Kejadian yang sangat tragis. Yang sebetulnya tidak perlu terjadi seandainya dulu pembangunan ditangani dengan sungguh-sungguh," kata Muhadjir usai mengecek gedung yang ambruk di SDN Gentong, Jalan Kyai Sepuh 49, Gadingrejo, Kota Pasuruan, Sabtu (9/11/2019).
Muhadjir mengatakan berdasarkan penjelasan dari Pemkot Pasuruan, atap gedung yang ambruk dibangun dari bantuan rehab Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2012. Sehingga seharusnya bangunan masih sangat kuat jika dibangun dengan baik.
"Saya serahkan sepenuhnya pada aparat untuk menindaklanjuti tentang kasus kejadian ini. Adapun tugas dari Kemenko PMK, saya nanti mengkoordinasikan kementerian terkait untuk mempercepat rehabilitasi baik fisik maupun non fisik yang diderita guru dan siswa," terang Muhadjir.
Mantan Mendikbud ini mengatakan untuk rehabilitasi fisik pemerintah akan bangun sekolah darurat untuk mengganti sementara dari bangunan yang diperlukan. Pemkot berkewajiban menyediakan lahan sekolah darurat.
"Yang akan membangun dari Kementerian PUPR. Standardnya adalah standard sekolah darurat bencana yang kualitasnya cukup bagus sehingga anak-anak bisa nyaman," terang.
Muhadjir memastikan pemerintah akan secepatnya membangun sekolah darurat. Jika lahan sudah tersedia, akan segera dibangun.
"Dan mudahan-mudahan tidak sampai tiga bulan sekolah darurat sudah jadi sehingga proses belajar mengajar bisa berjalan dengan normal. Saya sudah telpon pak Menteri PUPR, mudah-mudahan hari Senin atau Selasa sudah ada tim dari PUPR untuk melihat lokasi," pungkasnya.
Setelah mengecek gedung SDN Gentong yang ambruk, Muhadjir kemudian melayat ke rumah korban.
Simak Video "SD Ambruk di Pasuruan, Kontraktor Jadi Tersangka"
(iwd/iwd)