Dicurhati Petani Bawang soal Pupuk, Ganjar Jawab Subsidi Sempat Dikurangi

Mulia Budi - detikNews
Rabu, 10 Jan 2024 18:01 WIB
Ganjar bertemu petani bawang di Brebes, Jawa Tengah. (Foto: Mulia Budi/detikcom)
Jakarta -

Capres nomor urut 3 Ganjar Pranowo bertemu dengan petani bawang di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Ganjar dicurhati persoalan pupuk.

Pantauan detikcom, Rabu (10/1/2024), Ganjar awalnya mengecek bawang di Desa Kertabesuki, Wanasari, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Dia tampak turun ke sawah dan melihat langsung bawang merah yang hendak dipanen.

Setelah mengecek, Ganjar duduk di sebuah gubuk bersama sejumlah petani bawang. Di saat itulah para petani menyampaikan keluhannya ke Ganjar.

Salah satu petani mengeluhkan kelangkaan pupuk bersubsidi. Petani tersebut bahkan menyampaikan isu Ganjar yang menjadi penyebab pupuk mahal.

"Tapi di sini isunya kan dari lawan politik, diisukan Pak Ganjar yang bikin pupuk mahal," keluh petani kepada Ganjar.

Ganjar menjawab santai keluhan petani tersebut. Dia mengatakan, meski diisukan negatif, dirinya tetap menang di Pilgub Jateng.

"Biasa, nggak apa-apa, dulu waktu pemilihan gubernur kan begitu. Makanya di Brebes dulu saya kalah dulu. Tapi kan akhirnya yang menang saya," jawab Ganjar.

Ganjar lalu menyebut kelangkaan dan harga pupuk yang mahal juga dikeluhkan petani di Sumatera, Lampung, hingga Sulawesi. Dia mengatakan kelangkaan pupuk disebabkan jumlah subsidi yang dikurangi.

"Jadi kalau pupuk, Bapak-Ibu, ya, kalau pupuk ini memang sudah berapa tahun subsidinya dikurangi. Maka tidak hanya di Jawa Tengah. Waktu saya ke Sumatera Utara, sama, saya ke Sumatera Selatan, sama, ke Lampung sama, lalu ke Sulawesi Tengah sama tenggara sama di NTT kita cerita sama. Karena apa, ya jatahnya dikurangi," ujarnya.

Ganjar lalu mengatakan akhirnya ada rencana menambah subsidi pupuk usai dirinya menyuarakan hal itu. Dia menyinggung pemerintah yang akan menambah subsidi pupuk Rp 14 triliun.

"Maka kemarin ketika saya teriak keras sekali setelah saya ketemu petani terus nah kemarin saya mendengarkan nanti akan ditambah kira-kira Rp 14 triliun, tapi nanti," ujar Ganjar.

Ganjar mengatakan kunci mengatasi kelangkaan pupuk subsidi yakni menambah jumlah pupuk tersebut. Dia lalu menyinggung pentingnya KTP Sakti untuk efektivitas.

"Makanya harus ada identitasnya, nah nanti identitasnya ganti saja dengan cukup KTP. Nanti di setiap KTP itu dari nomernya sudah ketahuan, oh ini petani yang memang dia lahannya di bawah 2 hektare maka dia berhak mendapatkan pupuk. Tandanya di mana, ada di KTP. Bisa dilihat Pak? Tidak, dilihat nanti dari nomor induk kependudukan," kata Ganjar.

"Maka selama mau pakai kartu tani, mau pakai KTP, atau nggak pakai apa-apa. Selama subsidinya tidak ditambah, jenengan juga nggak dapat. Maka kuncinya adalah menambah subsidi," lanjutnya.

Simak juga Video 'Jokowi Minta Subsidi Pupuk Ditambah Jadi Rp 14 Triliun':






(mib/eva)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork