Iran memperingatkan bahwa setiap serangan baru oleh Amerika Serikat (AS) atau Israel akan memicu respons yang lebih dahsyat. Teheran mengklaim telah menyiapkan target-target potensial untuk serangan pembalasan dan secara signifikan telah memperluas kapasitas produksi senjatanya hingga 2,5 kali lipat.
Juru bicara Kementerian Pertahanan Iran, Reza Talaei-Nik, seperti dilaporkan Fars News Agency dan dilansir Anadolu Agency, Rabu (7/10/2026), mengatakan bahwa setiap serangan lanjutan akan dibalas dengan "respons tegas", dan akan mengakibatkan kerugian lebih besar bagi pihak lawan Iran.
Saat ditanya bagaimana Iran akan merespons potensi serangan terhadap Kuh-e Golang atau Gunung Pickaxe, Talaei-Nik mengatakan bahwa target-target yang dapat diserang oleh Angkatan Bersenjata Iran sebagai pembalasan telah dipersiapkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menyebutkan bahwa senjata dan teknologi canggih, termasuk kemampuan rudal dan drone, sistem pertahanan udara yang telah ditingkatkan, dan berbagai sistem angkatan laut dan angkatan udara, telah disediakan bagi Angkatan Bersenjata Iran.
Menurut Talaei-Nik, target-target potensial yang dapat diserang oleh Angkatan Bersenjata Iran sebagai pembalasan telah diidentifikasi dan dipersiapkan.
Dalam pernyataannya, Talaei-Nik juga mengatakan bahwa Iran telah melengkapi Angkatan Bersenjatanya dengan "teknologi rudal dan drone yang lebih canggih", serta sistem pertahanan udara, pertahanan laut, dan pertahanan darat.
Iran Klaim Tingkatkan Produksi Senjata hingga 2,5 Kali Lipat!
Dikatakan oleh Talaei-Nik bahwa kapasitas produksi Iran untuk persenjataan, peralatan pertahanan, dan amunisi telah meningkat 2,5 kali lipat dibandingkan dengan tingkat produksi sebelum perang yang dimulai pada 28 Februari lalu.
"Produksi beberapa jenis senjata telah meningkat lebih dari tiga kali lipat," sebutnya.
Dia menyebutkan bahwa lebih dari 1.000 sistem, senjata, jenis peralatan, dan amunisi saat ini masuk dalam cakupan kapasitas produksi Kementerian Pertahanan dan jaringan mitranya.
Terakhir, Talaei-Nik menambahkan bahwa kerja sama strategis dengan Rusia dan China tetap berjalan aktif berdasarkan perjanjian yang ada, dengan pertukaran yang terus berlangsung di bidang politik dan pertahanan. Menurutnya, diplomasi pertahanan dan konsultasi Teheran dengan kedua negara itu bahkan meningkat di beberapa bidang, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.
Simak juga Video: Presiden Iran: AS Ingin Hancurkan Iran, Tak Berniat Dialog










































