×
Ad

Iran Bikin Surat Terbuka, Minta Rakyat AS Sadar Jika Trump Pembohong

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 30 Sep 2026 11:13 WIB
Presiden AS Donald Trump (dok. REUTERS/Annabelle Gordon)
Teheran -

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) merilis surat terbuka yang ditujukan langsung untuk rakyat Amerika Serikat (AS). Dalam suratnya, IRGC menyebut Presiden AS Donald Trump sebagai "pembohong kronis".

IRGC menuduh Trump telah berbohong kepada rakyat AS mengenai situasi perang yang sedang berlangsung melawan Iran. Dalam surat terbuka yang dirilis menjelang pemilu sela AS pada November mendatang, IRGC juga menyatakan bahwa pemerintahan Trump "harus diganti".

Surat terbuka berbahasa Inggris sepanjang 26 halaman itu, seperti dilansir Reuters dan Al Jazeera, Rabu (30/9/2026), dirilis IRGC dalam bentuk PDF pada Selasa (29/9) waktu setempat. IRGC dalam suratnya menyerukan rakyat Amerika untuk "tersadar" dan "merebut kembali kendali dari para politisi korup".

Surat ini dirilis sekitar lima pekan sebelum pemilu sela AS digelar pada 3 November mendatang, dan sehari setelah perang antara Iran melawan AS-Israel memasuki bulan ketujuh.

"Rakyat Amerika harus tersadar. Mereka perlu merebut kembali kendali dari para politisi korup. Sekaranglah saatnya, ketika sistem politik Amerika sedang berada dalam titik terlemahnya," kata IRGC dalam surat terbukanya, yang ditujukan bagi "rakyat Amerika Serikat yang terhormat".

Dalam suratnya, IRGC berupaya menyerukan kepada rakyat AS, terutama para pemilih terdaftar, untuk menolak kebijakan Trump. Surat itu juga mendorong rakyat Amerika menentang dukungan AS terhadap Iran dan keterlibatan dalam perang di luar negeri.

Ditegaskan juga oleh IRGC kepada rakyat Amerika bahwa Iran dan AS dapat hidup berdampingan jika kebijakan AS berubah.

IRGC menyebut pemerintahan Trump telah menyesatkan rakyat Amerika mengenai perang, program nuklir Iran, dan soal pihak yang menguasai Selat Hormuz.

"Mereka berbohong -- dan masih terus berbohong -- tentang program senjata nuklir Iran," tuduh IRGC dalam suratnya.

"Jika Iran hanya sedikit lagi dari pembuatan bom nuklir 25 tahun lalu, ketika teknologi mereka jauh lebih rendah daripada sekarang, seharusnya mereka telah memiliki puluhan bom nuklir saat ini, namun laporan intelijen Amerika telah berulang kali menegaskan bahwa Iran tidak memiliki senjata nuklir," tegas surat tersebut.

"Keamanan nasional Amerika dan nyawa para anggota militernya dipercayakan kepada seseorang yang bukan hanya seorang pembohong kronis, melainkan juga orang yang sangat rakus, yang satu-satunya motivasi hidupnya adalah menumpuk kekayaan yang lebih besar," sebut IRGC merujuk pada Trump.




(nvc/dhn)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork