5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini

5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 30 Sep 2026 18:08 WIB
Ilustrasi (dok. Reuters)
Ilustrasi (dok. Reuters)
Jakarta -

Otoritas Iran menghukum gantung dua terpidana mati, yang merupakan demonstran antipemerintah, pada Rabu (30/9). Perdana Menteri (PM) Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani secara terang-terangan menyebut Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu sebagai "penjahat perang".

Kedua terpidana mati, yang semuanya laki-laki itu, dijatuhi hukuman mati setelah dinyatakan bersalah karena terlibat "dalam kerusuhan pada Januari lalu yang mengakibatkan tewasnya empat personel keamanan" di kota Mashhad, Iran bagian timur laut.

Sementara itu, Al Thani, yang juga menjabat Menlu Qatar itu, menegaskan bahwa Doha akan terus melanjutkan upaya mediasi, meskipun ketegangan regional meningkat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Rabu (30/9/2026):

- Iran Bikin Surat Terbuka, Minta Rakyat AS Sadar Jika Trump Pembohong

ADVERTISEMENT

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) merilis surat terbuka yang ditujukan langsung untuk rakyat Amerika Serikat (AS). Dalam suratnya, IRGC menyebut Presiden AS Donald Trump sebagai "pembohong kronis".

IRGC menuduh Trump telah berbohong kepada rakyat AS mengenai situasi perang yang sedang berlangsung melawan Iran. Dalam surat terbuka yang dirilis menjelang pemilu sela AS pada November mendatang, IRGC juga menyatakan bahwa pemerintahan Trump "harus diganti".

Surat terbuka berbahasa Inggris sepanjang 26 halaman itu, seperti dilansir Reuters dan Al Jazeera, Rabu (30/9/2026), dirilis IRGC dalam bentuk PDF pada Selasa (29/9) waktu setempat. IRGC dalam suratnya menyerukan rakyat Amerika untuk "tersadar" dan "merebut kembali kendali dari para politisi korup".

- Laporan Terbaru Intelijen Korsel: Kim Jong Un Alami Obesitas Ekstrem

Laporan terbaru badan intelijen Korea Selatan (Korsel) menyebutkan bahwa pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un mengalami "obesitas ekstrem". Laporan intelijen itu juga menyebutkan bahwa Kim Jong Un merupakan seorang perokok berat dan berisiko terkena penyakit kardiovaskular.

Kesehatan Kim Jong Un dipantau secara ketat oleh dunia internasional, karena jika terjadi kematian mendadak maka akan memicu pertanyaan mengenai suksesi dan stabilitas di negara pemilik senjata nuklir tersebut.

Laporan intelijen itu, seperti dilansir AFP, Rabu (30/9/2026), disampaikan oleh seorang anggota parlemen Korsel, Youn Kun Young, kepada awak media pada Rabu (30/9) waktu setempat.

- Iran Hukum Gantung 2 Demonstran Antipemerintah

Otoritas kehakiman Iran mengumumkan bahwa dua terpidana mati, yang merupakan demonstran antipemerintah, telah dihukum gantung pada Rabu (30/9) waktu setempat. Keduanya dijatuhi hukuman mati atas tuduhan terkait unjuk rasa antipemerintah yang memuncak pada Januari lalu.

Laporan situs web Mizan Online, yang dikelola otoritas peradilan Iran, seperti dilansir AFP, Rabu (30/9/2026), mengidentifikasi kedua terpidana yang dihukum gantung itu, keduanya berjenis kelamin laki-laki, sebagai Ali Hemmati dan Majid Nik-Andish.

Keduanya, menurut Mizan Online, telah dinyatakan bersalah karena terlibat "dalam kerusuhan pada Januari lalu yang mengakibatkan tewasnya empat personel keamanan" di kota Mashhad, Iran bagian timur laut.

- Netanyahu Klaim Musuh Israel akan Menyerang Jelang Pemilu

Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu mengatakan ada "indikasi" musuh-musuh Israel akan melancarkan serangan menjelang pemilu legislatif yang dijadwalkan pada Oktober mendatang. Netanyahu pun memperingatkan musuh-musuh tersebut untuk tidak "macam-macam" dengan Tel Aviv.

"Kita memiliki indikasi bahwa menjelang pemilu, musuh-musuh kita akan berusaha menyerang kita," kata Netanyahu saat berbicara di sebuah pangkalan angkatan udara Israel, dalam sebuah video yang dirilis kantor PM Israel, seperti dilansir AFP, Rabu (30/9/2026).

"Jadi... saya sampaikan pesan ini kepada Anda: Jangan macam-macam dengan kami, baik sekarang maupun kapan pun. Jangkauan kami yang panjang bisa mencapai Anda di mana saja dan kapan saja," ujar Netanyahu memperingatkan musuh-musuh Israel.

- PM Qatar Terang-terangan Sebut Netanyahu Penjahat Perang

Perdana Menteri (PM) Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani, yang juga menjabat Menteri Luar Negeri (Menlu) negara itu, secara terang-terangan menyebut Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu sebagai "penjahat perang".

Al Thani menegaskan bahwa Doha akan terus melanjutkan upaya mediasi, meskipun ketegangan regional meningkat.

Pernyataan tersebut, seperti dilansir Anadolu Agency, Rabu (30/9/2026), disampaikan Al Thani dalam wawancara dengan jurnalis Inggris, Piers Morgan, pada Selasa (29/9) waktu setempat.

Simak juga Video 'Trump Pede Iran Pasti Nyerah: Kondisi Mereka Sangat Buruk!':

Halaman 2 dari 2
(nvc/nvc)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini