Delegasi dari hampir 70 negara meninggalkan ruangan atau walk out saat Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu berpidato di Sidang Majelis Umum PBB. Para delegasi membiarkan kursi mereka kosong sebagai bentuk protes terhadap genosida Israel di Gaza dan serangan di kawasan tersebut.
Dilansir Anadolu Agency, Jumat (25/9/2026), berdasarkan rekaman dari Sidang Majelis Umum PBB ke-81 menunjukkan puluhan delegasi meninggalkan ruangan secara bersamaan setelah Netanyahu mendekati podium. Beberapa negara menyisakan satu perwakilan atau diplomat junior, sementara negara lainnya sama sekali tidak menghadiri pidato tersebut.
Turki, Palestina, Tunisia, Suriah, Aljazair, Yaman, Mesir, Irak, Arab Saudi, Yordania, Iran, Qatar, Lebanon, Malaysia, Indonesia, dan Kuwait termasuk di antara negara-negara yang perwakilannya bergabung dalam protes tersebut.
Delegasi dari Spanyol, Brasil, Peru, Kuba, Nigeria, Ghana, Libya, Bangladesh, Afghanistan, Oman, Niger, Madagaskar, Botswana, Bahama, Antigua dan Barbuda, Tanjung Verde, serta beberapa negara lainnya juga melakukan aksi walk out atau tidak hadir.
Protes ini terjadi di tengah kecaman internasional yang terus berlanjut terhadap serangan Israel di Gaza, serta kebijakan mereka di Tepi Barat yang diduduki, dan serangan terhadap Lebanon dan Suriah.
Komisi Penyelidikan Internasional Independen PBB menyimpulkan pada bulan September 2025 bahwa Israel telah melakukan genosida terhadap warga Palestina di Gaza. Namun, Israel telah menolak temuan tersebut.
Netanyahu juga masuk daftar yang harus ditangkap berdasarkan surat perintah Mahkamah Pidana Internasional (ICC) yang dikeluarkan pada 21 November 2024, atas dugaan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan yang dilakukan di Jalur Gaza.
Sementara itu, perwakilan dari Amerika Serikat (AS), Jerman, Argentina, Hungaria, Serbia, Ukraina, Ceko, dan Yunani tetap berada di ruangan Sidang Majelis Umum PBB selama pidato Netanyahu berlangsung.
(rfs/fas)