Kolombia mengumumkan bahwa mereka telah secara resmi memutuskan hubungan diplomatik dengan Iran. Apa alasannya?
Kementerian Luar Negeri Kolombia, seperti dilansir Anadolu Agency, Jumat (25/9/2026), mengatakan bahwa keputusan tersebut telah mulai berlaku pada 19 September lalu.
Dijelaskan oleh Kementerian Luar Negeri Kolombia bahwa langkah tersebut didasari alasan "kekhawatiran terhadap keamanan nasional dan keamanan kawasan", juga dugaan keterkaitan dengan kelompok teroris dan narkoteroris internasional, serta pelanggaran hak asasi manusia (HAM).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Disinggung juga soal prioritas kebijakan luar negeri pemerintah Kolombia, termasuk "upaya memerangi kejahatan transnasional dan menjaga keamanan nasional".
"Kolombia juga mempertimbangkan pelanggaran-pelanggaran hak asasi manusia yang telah terkonfirmasi, serangan terverifikasi terhadap negara-negara yang tidak terlibat dalam konflik Timur Tengah, blokade Selat Hormuz, dan tindakan otoritas negara itu (Iran-red) yang menghambat upaya Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) untuk memverifikasi cakupan program nuklir Iran," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Kolombia.
"Fakta-fakta ini mengikis kepercayaan Kolombia terhadap pemerintah Republik Islam Iran," sebut Kementerian Luar Negeri Kolombia dalam pernyataannya.
Presiden baru Kolombia, Abelardo de la Espriella, telah mengubah arah aliansi negaranya sejak menjabat pada Agustus lalu.
De la Espriella mempercepat upaya untuk memulihkan hubungan negara Amerika Selatan itu dengan Israel, sekaligus membalikkan sikap tegas pendahulunya, Gustavo Petro, terkait genosida oleh Israel di Jalur Gaza.
Lihat Video 'Netanyahu Malah Pamer Starlink Saat Ditinggal Walk Out Delegasi Sidang PBB':
(nvc/dhn)









































