Hampir 70 Negara Walk Out Saat Netanyahu Pidato di PBB, Termasuk Saudi-Spanyol

Hampir 70 Negara Walk Out Saat Netanyahu Pidato di PBB, Termasuk Saudi-Spanyol

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Jumat, 25 Sep 2026 21:17 WIB
Delegates walk out of the General Assembly hall as Israels Prime Minister Benjamin Netanyahu arrives to address the 81st United Nations General Assembly (UNGA) at UN headquarters in New York City, US, September 24, 2026.   REUTERS/Mike Segar
Delegasi berbagai negara walk out dari Sidang Umum PBB saat Netanyahu berpidato. (REUTERS/Mike Segar)
Jakarta -

Delegasi dari hampir 70 negara meninggalkan ruangan atau walk out saat Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu berpidato di Sidang Majelis Umum PBB. Para delegasi membiarkan kursi mereka kosong sebagai bentuk protes terhadap genosida Israel di Gaza dan serangan di kawasan tersebut.

Dilansir Anadolu Agency, Jumat (25/9/2026), berdasarkan rekaman dari Sidang Majelis Umum PBB ke-81 menunjukkan puluhan delegasi meninggalkan ruangan secara bersamaan setelah Netanyahu mendekati podium. Beberapa negara menyisakan satu perwakilan atau diplomat junior, sementara negara lainnya sama sekali tidak menghadiri pidato tersebut.

Turki, Palestina, Tunisia, Suriah, Aljazair, Yaman, Mesir, Irak, Arab Saudi, Yordania, Iran, Qatar, Lebanon, Malaysia, Indonesia, dan Kuwait termasuk di antara negara-negara yang perwakilannya bergabung dalam protes tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Delegasi dari Spanyol, Brasil, Peru, Kuba, Nigeria, Ghana, Libya, Bangladesh, Afghanistan, Oman, Niger, Madagaskar, Botswana, Bahama, Antigua dan Barbuda, Tanjung Verde, serta beberapa negara lainnya juga melakukan aksi walk out atau tidak hadir.

ADVERTISEMENT

Protes ini terjadi di tengah kecaman internasional yang terus berlanjut terhadap serangan Israel di Gaza, serta kebijakan mereka di Tepi Barat yang diduduki, dan serangan terhadap Lebanon dan Suriah.

Komisi Penyelidikan Internasional Independen PBB menyimpulkan pada bulan September 2025 bahwa Israel telah melakukan genosida terhadap warga Palestina di Gaza. Namun, Israel telah menolak temuan tersebut.

Netanyahu juga masuk daftar yang harus ditangkap berdasarkan surat perintah Mahkamah Pidana Internasional (ICC) yang dikeluarkan pada 21 November 2024, atas dugaan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan yang dilakukan di Jalur Gaza.

Sementara itu, perwakilan dari Amerika Serikat (AS), Jerman, Argentina, Hungaria, Serbia, Ukraina, Ceko, dan Yunani tetap berada di ruangan Sidang Majelis Umum PBB selama pidato Netanyahu berlangsung.

Inggris, Prancis, Irlandia, Belgia, dan Norwegia, yang hubungan diplomatiknya dengan Israel mengalami ketegangan meningkat akibat isu Gaza, juga tetap menempatkan perwakilan mereka di dalam ruangan, begitu pula delegasi Uni Eropa.

China yang telah berulang kali mengkritik tindakan Israel di Gaza dan Tepi Barat yang diduduki diwakili oleh satu orang diplomat saja. Delegasi dari Uni Emirat Arab dan Bahrain, yang menormalisasi hubungan dengan Israel melalui kesepakatan Abraham Accords, juga tetap duduk di tempat mereka.

Negara-negara lain yang hadir saat pidato tersebut berlangsung antara lain Australia, Austria, Kanada, Portugal, Polandia, Denmark, Rumania, Slovakia, Estonia, Lithuania, Luksemburg, Islandia, Azerbaijan, Kazakhstan, Meksiko, Kenya, dan El Salvador.

Aksi walk out para delegasi negara tersebut membuat sebagian besar area ruang sidang Majelis Umum PBB tampak kosong saat Netanyahu melanjutkan pidatonya.

"Jika ada pengecut moral lainnya yang belum meninggalkan ruangan ini, silakan lakukan sekarang," ujar Netanyahu dilansir AFP.

Tonton juga video "Balasan Zohran Mamdani soal Pidato Netanyahu di PBB"

Halaman 2 dari 2
(rfs/fas)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini