Kala AS Ingin Setop Semua Maskapai Iran di Seluruh Dunia

Kala AS Ingin Setop Semua Maskapai Iran di Seluruh Dunia

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 22 Sep 2026 22:18 WIB
U.S. Secretary of the Treasury Scott Bessent and U.S. Trade Representative Jamieson Greer attend a news conference after trade talks with China in Geneva, Switzerland, May 12, 2025. REUTERS/Olivia Le Poidevin
Foto: REUTERS/Olivia Le Poidevin
Jakarta -

Amerika Serikat (AS) hendak menghentikan seluruh maskapai penerbangan Iran di semua negara. Rencananya akan dihentikan pada 23 September besok.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent upaya penghentian itu akibat sanksi dari negaranya. Hal ini ia ungkap seiring langkah pemerintahan Presiden AS Donald Trump semakin meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Iran saat perang berlarut-larut.

"Pada 23 September, seluruh maskapai penerbangan Iran akan dihentikan operasionalnya di seluruh dunia," kata Bessent kepada media AS, CNBC, pada Senin (21/9) waktu setempat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bessent memperingatkan bahwa pusat-pusat penerbangan internasional yang melayani pesawat maskapai Iran akan menghadapi pengucilan total dari sistem perbankan Amerika.

ADVERTISEMENT

Dia juga memperingatkan bahwa operator asing tidak dapat mengisi bahan bakar pesawat Iran atau menyediakan fasilitas pendaratan, tanpa mempertaruhkan akses mereka terhadap layanan kliring dolar Amerika.

"Jika mereka (maskapai Iran-red) mendarat, Anda tidak boleh menyediakan bahan bakar, tidak boleh memberikan layanan pendaratan, ataupun menjual tiket kepada mereka, atau Anda akan dikeluarkan dari sistem dolar," ucap Menkeu AS itu memperingatkan negara-negara lainnya.

Pihak yang Bantu Iran Juga Diancam

Belum ada tanggapan langsung dari otoritas Iran terhadap pernyataan AS tersebut.

Bessent dalam pernyataannya juga menyampaikan peringatan bagi pihak ketiga yang membantu Iran. Dia mengatakan bahwa Washington telah mengidentifikasi perantara keuangan yang memfasilitasi transaksi dengan Teheran.

"Kami telah melihat adanya fasilitator di seluruh dunia. Kami tahu siapa mereka. Mereka pun tahun siapa diri mereka, dan kami sedang menghentikan praktik tersebut," ujarnya.

Terkait durasi dan intensitas langkah ekonomi AS itu, Bessent tidak merinci apakah tekanan itu akan berlangsung berminggu-minggu atau berbulan-bulan, namun dia menegaskan bahwa tekanan kali ini "belum pernah terjadi sebelumnya".

Langkah ini menyusul rentetan sanksi AS sebelumnya terhadap industri penerbangan Iran dan ancaman "economic D-Day" yang dilontarkan Washington terhadap Teheran, serta janji Menkeu AS untuk memutus akses keuangan Iran.

China Kecam

China memberikan reaksi keras terhadap langkah Amerika Serikat (AS) melarang maskapai penerbangan Iran untuk beroperasi di seluruh dunia mulai 23 September. Otoritas Beijing secara terang-terangan menentang langkah Washington dan menyebutnya sebagai "sanksi sepihak ilegal".

China, yang merupakan mitra ekonomi utama dan pendukung diplomatik Iran, seperti dilansir AFP, Selasa (22/9/2026), mengecam langkah AS itu tidak memiliki dasar hukum internasional.

"China secara konsisten menentang sanksi sepihak ilegal yang tidak memiliki dasar hukum internasional atau otorisasi dari Dewan Keamanan PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa)," tegas juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, dalam konferensi pers di Beijing.

AS Minta Warganya Angkat Kaki dari Iran

Kedutaan Besar Virtual AS di Iran mengeluarkan peringatan yang mendesak warganya untuk meninggalkan negara tersebut. Peringatan keamanan itu dilakukan di tengah memanasnya kawasan Timur Tengah usai serangan kelompok Houthi ke Arab Saudi.

"Kedutaan Besar Virtual AS di Iran telah mengeluarkan peringatan keamanan yang mengimbau seluruh warga untuk tidak bepergian ke Iran 'dengan alasan apa pun' dan agar segera meninggalkan negara tersebut," kata Kedubes Virtual AS, dilansir Al Jazeera, Senin (21/9/2026).

Sementara itu, dalam pernyataan yang dimuat dalam situsnya, Kedubes virtual AS menyatakan warga Amerika yang saat ini berada di Timur Tengah harus meningkatkan kewaspadaan dan mewaspadai kemungkinan pembatalan penerbangan, penutupan wilayah udara, dan gangguan perjalanan. Imbauan itu juga mencakup perintah untuk tidak bepergian ke Iran dan perintah segera meninggalkan Iran.

Dalam situs tersebut, AS menilai eskalasi konflik di Timur Tengah berpotensi meningkat cepat dampak dari serangan kelompok Houthi ke Arab Saudi.

"Kelompok Houthi yang didukung Iran telah melakukan tindakan permusuhan terhadap Arab Saudi, termasuk serangan yang menyasar bandara sipil. Konflik militer ini berpotensi meningkat dengan cepat," katanya.

Warga Amerika yang bepergian ke atau dari wilayah tersebut diimbau memantau informasi mengenai operasional bandara dan maskapai penerbangan.

Lihat juga Video: AS Bakal Tutup Akses Maskapai Iran, Tapi Izinkan Perjalanan Haji

Halaman 2 dari 3
(azh/azh)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini