Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran, Abbas Araghchi, telah tiba di New York, Amerika Serikat (AS), pada Senin (21/9) waktu setempat. Araghchi memimpin delegasi Iran untuk menghadiri pertemuan tahunan para pemimpin dunia, Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Araghchi, seperti dilansir AFP, Selasa (22/9/2026), menjadi pejabat tinggi pertama Iran yang memasuki wilayah AS sejak perang Timur Tengah berkecamuk, yang dimulai oleh serangan gabungan AS dan Israel terhadap target-target di Iran pada akhir Februari lalu.
Kedatangan Araghchi di wilayah AS ini diumumkan oleh Kementerian Luar Negeri Iran dalam pernyataannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Laporan televisi pemerintah Iran menyebutkan bahwa Araghchi berbicara via telepon dengan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres setelah tiba di AS. Dalam percakapan telepon itu, keduanya saling bertukar pandangan mengenai agenda Sidang Majelis Umum PBB.
"Tujuan terpenting kami adalah memanfaatkan platform internasional yang besar ini untuk membela legitimasi, hak-hak, dan kepentingan rakyat Iran," ujar Araghchi saat berbicara kepada para wartawan Iran.
Sebelumnya, media pemerintah Iran melaporkan bahwa delegasi Iran akan dipimpin oleh Presiden Masoud Pezeshkian. Dilaporkan juga bahwa otoritas AS menolak untuk menerbitkan visa bagi anggota delegasi Pezeshkian, termasuk tim komunikasi kepresidenan.
Namun dalam postingan media sosial X terkait kedatangan Araghchi di New York, juru bicara Kementerian Luar Negeri AS Esmaeil Baghaei menyebut sang Menlu sebagai "kepala delegasi diplomatik" Iran dalam Sidang Majelis Umum PBB tahun ini.
Baghaei mengatakan bahwa Araghchi akan "melakukan pembicaraan dan konsultasi dengan berbagai pejabat dan menteri luar negeri yang menghadiri sidang tersebut".
Meskipun AS mengizinkan delegasi Iran melakukan perjalanan guna menghadiri pertemuan PBB, otoritas Washington memberlakukan sejumlah pembatasan -- sama seperti tahun lalu. Pembatasan itu mencakup pembatasan pergerakan dan larangan berbelanja barang mewah atau barang lainnya selama berada di New York.
Araghchi bertolak dari Iran pada Minggu (20/9) malam dan sempat singgah di Qatar.
Teheran telah menyampaikan kepada Washington, melalui Qatar sebagai mediator, mengenai syarat-syarat untuk membuka kembali jalur pelayaran minyak dan gas di Selat Hormuz yang strategis. Aktivitas pelayaran di Selat Hormuz secara efektif diblokade oleh Iran sejak perang dimulai.
Sebagai balasan, AS memberlakukan blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
Sidang Majelis Umum PBB ke-81 digelar pada 18-28 September di markas besar PBB yang ada di New York, AS. Agenda utama Debat Umum dijadwalkan berlangsung pada 22-28 September.
Simak juga Video 'Iran Klaim Hancurkan Drone MQ-1 AS Pakai Senjata Baru-Canggih':










































