Trump Peringatkan Iran Jika Berulah: Hal Besar Bisa Terjadi Sebentar Lagi

Trump Peringatkan Iran Jika Berulah: Hal Besar Bisa Terjadi Sebentar Lagi

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 21 Sep 2026 10:10 WIB
Presiden AS Donald Trump (dok. REUTERS/Aaron Schwartz)
Presiden AS Donald Trump (dok. REUTERS/Aaron Schwartz)
Washington DC -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan bahwa dirinya sedang dalam "mode pengambilan keputusan" yang krusial terkait situasi konflik dengan Iran. Trump memperingatkan bahwa "hal-hal besar" akan terjadi jika Teheran tidak mengubah perilakunya.

"Pertanyaannya adalah apakah dan kapan saya akan menghancurkan seluruh negara itu? Sebaiknya mereka (Iran-red) bersikap baik," kata Trump dalam wawancara terbaru dengan televisi terkemuka AS, Fox News, seperti dilansir Anadolu Agency, Senin (21/9/2026).

Dalam wawancara yang disiarkan pada Minggu (20/9) waktu setempat itu, Trump menguraikan pilihan-pilihan yang dimilikinya saat ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mulai dari melenyapkan Iran, kemudian membiarkan negara itu "membusuk" secara eknomi, hingga merundingkan kesepakatan.

ADVERTISEMENT

"Hal-hal sangat besar akan terjadi dalam waktu dekat," ucap Trump dengan nada memperingatkan.

Ketika ditanya mengenai pekan tinggi Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang dimulai pada Senin (21/9) waktu setempat, Trump mengisyaratkan kesediaan untuk melakukan pendekatan secara diplomatik.

Dia bahkan menyebut "kemungkinan terbuka" untuk bertemu dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian, yang akan menghadiri langsung Sidang Majelis Umum PBB di New York.

Sidang Majelis Umum PBB ke-81 akan digelar pada 18-28 September di markas besar PBB yang ada di New York AS, dengan agenda utama Debat Umum berlangsung pada 22-28 September.

Pemerintahan Trump mengizinkan delegasi Iran, termasuk Pezeshkian, untuk menghadiri forum dunia tersebut, namun dengan adanya pembatasan pergerakan dan larangan berbelanja selama berada di New York.

Baik Teheran maupun Pezeshkian belum memberikan tanggapan terhadap pernyataan Trump tersebut.

Trump baru-baru ini mengklaim bahwa perang AS melawan Iran akan "berakhir setelah pemilu sela" yang akan digelar pada November mendatang.

Sementara Departemen Luar Negeri AS, pada Minggu (20/9), merilis peringatan perjalanan untuk kawasan Timur Tengah, dengan alasan meningkatnya ketegangan di seluruh kawasan tersebut.

Peringatan perjalanan itu juga memperingatkan bahwa Iran dan kelompok-kelompok pendukungya dapat menargetkan kepentingan, bisnis, dan institusi AS, serta lokasi-lokasi terkait warga negara AS di seluruh dunia.

Simak juga Video 'Isi Lengkap Syarat Iran Sebelum Setuju Setop Perang dengan AS':

Halaman 2 dari 2
(nvc/dhn)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini