AS Sebut Konflik Timur Tengah Berpotensi Meningkat Cepat

AS Sebut Konflik Timur Tengah Berpotensi Meningkat Cepat

Yulida Medistiara - detikNews
Minggu, 20 Sep 2026 16:31 WIB
U.S. President Donald Trump speaks during an observance ceremony marking the 25th anniversary of the September 11, 2001 attack on the Pentagon, in Washington, D.C., September 11, 2026. REUTERS/Jonathan Ernst
Presiden AS Donald Trump (Foto: REUTERS/Jonathan Ernst)
Jakarta -

Presiden AS Donald Trump mempersingkat waktu libur akhir pekannya di Camp David dan kembali secara mendadak ke Gedung Putih. Hal ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.

Dilansir Anadolu dan AFP, Minggu (20/9/2026), Gedung Putih tidak memberikan penjelasan mengenai kepulangan lebih awal dari tersebut. Diketahui Camp David merupakan kompleks kepresidenan terpencil di wilayah pedesaan Maryland.

Namun, perubahan jadwal perjalanan Gedung Putih pada akhir pekan bukanlah hal yang aneh, termasuk karena alasan cuaca. Prakiraan cuaca menunjukkan adanya hujan dan badai petir di kawasan perbukitan Camp David pada hari Minggu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perubahan jadwal kepulangan Trump tersebut terjadi saat koalisi pimpinan Arab Saudi yang memerangi kelompok Houthi di Yaman menyatakan pada hari Sabtu bahwa kelompok yang didukung Iran tersebut menembakkan rudal balistik ke arah Riyadh saat fajar, menyusul terjadinya kebakaran di dekat bandara internasional ibu kota Arab Saudi.

ADVERTISEMENT

Sementara itu Departemen Luar Negeri dan sejumlah kedutaan besar AS mengeluarkan peringatan keamanan bagi warga Amerika. AS khawatir konflik di Timur Tengah tersebut berpotensi meningkat dengan cepat.

"Konflik militer ini berpotensi meningkat dengan cepat," demikian peringatan Departemen Luar Negeri AS.

Departemen Luar Negeri AS juga mengimbau warga negaranya di luar Timur Tengah untuk "mempertimbangkan kembali secara serius rencana perjalanan ke dan melalui kawasan tersebut".


Saudi Cegat Serangan Rudal Balistik Houthi

Koalisi pimpinan Arab Saudi sebelumnya mengonfirmasi, sebuah rudal balistik yang diluncurkan Houthi ke arah ibu kota telah berhasil dicegat dan dihancurkan pada Sabtu malam.

Koalisi menambahkan bahwa para pejuang pro-Iran tersebut telah mencoba menyasar "warga sipil dan infrastruktur sipil" di beberapa kota di wilayah barat kerajaan, termasuk pelabuhan Yanbu di Laut Merah, yang merupakan pusat ekspor penting bagi minyak Saudi.

Disebutkan bahwa serangan-serangan tersebut "digagalkan oleh sistem pertahanan udara kerajaan Teluk".

Arab Saudi telah merespons dengan melancarkan puluhan serangan udara ke wilayah-wilayah yang dikuasai Houthi, namun gagal menghentikan laju pergerakan mereka.

Kelompok Houthi menyatakan telah merespons serangan Saudi baru-baru ini dengan melancarkan "dua operasi militer yang sukses menggunakan sejumlah besar rudal balistik, rudal jelajah, dan pesawat nirawak (drone)," ujar juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, dalam sebuah pernyataan di Telegram.

"Serangan pertama menyasar lokasi-lokasi vital di ibu kota Saudi, Riyadh, dan serangan kedua menargetkan fasilitas Aramco di Yanbu."

Lihat juga Video: Kemenhaj Tambah Personel Linjam di Tengah Konflik Timur Tengah

(yld/gbr)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini