Menteri Pertahanan (Menhan) Israel, Israel Katz, mengusulkan agar Turki menampung para anggota Hamas dari Jalur Gaza. Katz juga kembali menyerukan pemindahan menyeluruh terhadap dua juta penduduk Gaza yang banyak kehilangan tempat tinggal akibat serangan tanpa henti militer Tel Aviv.
Usulan Katz ini, seperti dilansir AFP, Jumat (18/9/2026), disampaikan saat ketegangan antara Israel dan Turki semakin meningkat. Katz dikenal kerap melontarkan pernyataan blak-blakan dan kontroversial.
"Israel akan terus bertindak untuk mencapai tujuan keamanannya dan memastikan agar ancaman seperti 7 Oktober tidak akan terulang kembali," kata Katz dalam pernyataan via media sosial X, merujuk pada serangan Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober 2023 yang memicu perang Gaza.
Katz menambahkan jika Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan "ingin membantu saudara-saudara seiman dan seperjuangannya di Gaza -- biarkan dia mengajak mereka untuk pindah ke Antalya".
"Banyak ruang tersedia di sana seiring absennya wisatawan Israel," sebutnya.
Antalya merupakan kota pesisir yang menjadi pusat industri pariwisata Turki. Kota ini menjadi destinasi utama bagi warga Israel sebelum hubungan kedua negara memburuk.
Turki merupakan negara mayoritas Muslim pertama yang mengakui Israel, namun Erdogan menjadi pengkritik keras Tel Aviv dan telah mengizinkan para pemimpin Hamas berada di Istanbul.
(nvc/imk)