Putar Suara
Putar Device Anda untuk gambar yang lebih baik

Kisah Keluarga Nurislamov, dari Rusia untuk Hoki Es Indonesia

Fotografer
Tsaltsabillah Khairunissa

Sorak-sorai pemain Timnas Hoki Es Putra Indonesia menggema di Thailand International Ice Hockey Arena, Bangkok. Indonesia mencatat sejarah setelah menang dramatis 3-2 atas Thailand pada menit-menit akhir final SEA Games 2025. Kemenangan itu mengantarkan Indonesia meraih medali emas perdana hoki es di ajang SEA Games.

Indonesia tampil mengejutkan di SEA Games 2025. Tim yang berasal dari negara beriklim tropis itu menyapu bersih enam pertandingan dan keluar sebagai juara. Salah satu sosok yang turut berkontribusi adalah Evgenii Nurislamov (43), yang dua bulan sebelum SEA Games 2025 resmi dinaturalisasi bersama tiga pemain asal Rusia lainnya. Uniknya, Evgenii lebih dulu bergabung dengan Timnas Indonesia sebagai pelatih sebelum kemudian beralih menjadi pemain.

Kisah Evgenii bersama hoki es Indonesia bermula pada 2023 ketika ia mendapat tawaran melatih Timnas Indonesia saat masih tinggal di Bali. Saat itu, Evgenii dan keluarganya sempat berpikir dirinya tak akan kembali ke dunia hoki es profesional karena tinggal di negara tropis. Namun, Kristina Nurislamov (42), sang istri, justru mendorongnya menerima tawaran tersebut. "Suami saya mengabari bahwa mereka menawarkan posisi pelatih dan saya langsung mengatakan, ya, kamu harus pergi mengambil tawaran itu," ujar Kristina.

Dua tahun kemudian, perjuangan Evgenii bersama Timnas Indonesia berbuah manis. Kristina bersama kedua putrinya, Mia (14) dan Livia (9), turut menyaksikan sejarah tersebut. Emas SEA Games 2025 justru menumbuhkan mimpi baru bagi kedua putrinya. Mereka ingin mengikuti jejak sang ayah menjadi pemain hoki es profesional yang mewakili Indonesia, bahkan bermimpi menjadi pemain asal Indonesia pertama di Professional Women's Hockey League (PWHL).

Mimpi itu mereka kejar dengan latihan rutin. Mia dan Livia berlatih secara privat bersama Evgenii setidaknya dua minggu sekali di lapangan es. Keduanya juga menjalani latihan penguatan di gym dan off-ice training. Pada akhir pekan, mereka bergabung bersama tim putri, sementara Evgenii terus menjalani persiapan bersama Timnas Indonesia untuk menghadapi kompetisi di Kuwait tahun depan.

Hoki es pun menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan keluarga Nurislamov. Obrolan tentang hoki kerap hadir di rumah, termasuk saat mereka berkumpul dan menonton pertandingan bersama. Seiring waktu, kecintaan terhadap hoki es Indonesia juga tumbuh. Kristina mengatakan semangat kekeluargaan menjadi salah satu hal yang membuat mereka merasa dekat dengan Indonesia. "Untuk memenangkan pertandingan, diperlukan semangat kekeluargaan di sekeliling tim, dan kami merasakannya di Indonesia," katanya.

Kini, keluarga Nurislamov merasa Timnas Hoki Es Indonesia telah menjadi bagian dari keluarga mereka. Evgenii berkontribusi di lapangan, Mia dan Livia mengejar mimpi sebagai atlet, sementara Kristina aktif memperkenalkan hoki es Indonesia melalui media sosial. Bagi keluarga berdarah Rusia-Kanada itu, pertemuan dengan komunitas hoki es Indonesia bukan sekadar perjalanan olahraga, tetapi juga awal dari mimpi bersama untuk membawa hoki es Indonesia melangkah lebih jauh.

Evgenii Nurislamov berlatih bersama timnas hoki es Indonesia.

Dalam Latihan dilakukan simulasi pertandingan.

Latihan ini menjadi salah satu persiapan untuk menghadapi kompetisi di Kuwait tahun depan.

Potrait tim hoki es Indonesia

Medali emas hoki es Asean Games 2025

Mia (14) bermimpi menjadi pemain asal Indonesia pertama di Professional Women's Hockey League (PWHL).

Mia (14) berlatih hoki es

Mia (14) dan Livia (9)menjalani latihan penguatan di gym

Melihat pertandingan hoki es melalui gawai.

Potret Keluarga Evgenii Nurislamov.

Fotografer
Tsaltsabillah Khairunissa
Editor
Agung Pambudhy
Desainer
Dedi Arief Wibisono

detik detik
***Komentar***
SHARE