Militer Israel dilaporkan bersiap melancarkan serangan darat terbaru di Jalur Gaza. Serangan darat itu dipersiapkan Tel Aviv karena tidak ada tanda-tanda kelompok Hamas bersedia melucuti senjatanya.
Rencana serangan darat terbaru Israel itu, seperti dilansir Middle East Monitor, Jumat (18/9/2026), diungkapkan oleh surat kabar terkemuka Israel, Yedioth Ahronoth, yang mengutip sejumlah sumber pejabat Tel Aviv dalam laporannya yang dipublikasikan pada Rabu (16/9) waktu setempat.
Disebutkan dalam laporan Yedioth Ahronoth bahwa Komando Selatan pada militer Israel sedang memperkuat posisi di sepanjang "Garis Kuning" di Jalur Gaza dan terus melanjutkan serangan terarah, dengan klaim bahwa Hamas tengah membangun kembali kekuatannya.
Garis Kuning merujuk pada garis yang memisahkan wilayah Gaza yang dikuasai pasukan Israel dan wilayah yang masih dikuasai Hamas.
Israel, menurut laporan Yedioth Ahronoth, memiliki kendali militer yang lebih luas atas sebagian wilayah Jalur Gaza. Mempertahankan kendali tersebut menghadirkan tantangan yang kompleks.
Para pejabat Tel Aviv, yang dikutip Yedioth Ahronoth dalam laporannya, mengatakan jika Hamas tidak secara sukarela menyerahkan senjatanya di bawah kerangka kerja yang didukung Amerika Serikat (AS), maka militer Israel pada akhirnya bisa diperintahkan untuk melucuti kelompok militan itu secara paksa.
(nvc/imk)