×
Ad

2 Petinggi Operator Nuklir Jepang Mundur Terkait Manipulasi Data Gempa

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 14 Sep 2026 15:21 WIB
PLTN Kashiwazaki-Kariwa di Prefektur Niigata, Jepang, dalam foto tahun 2024 lalu (dok. AFP/YUICHI YAMAZAKI)
Tokyo -

Dua pejabat eksekutif di operator pembangkit nuklir Jepang mengundurkan diri pada Senin (14/9) terkait skandal manipulasi data gempa. Operator pembangkit nuklir itu juga membatalkan rencana untuk mengoperasikan kembali dua reaktor.

Jepang sedang berupaya menghidupkan kembali tenaga nuklirnya, sekitar 15 tahun setelah gempa bumi dan tsunami dahsyat menyebabkan melelehnya inti reaktor pada pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Fukushima.

PLTN Hamaoka yang dikelola oleh Chubu Electric Power, seperti dilansir AFP, Senin (14/9/2026), telah menjalani pemeriksaan keselamatan oleh regulator setempat dengan tujuan mengoperasikan kembali dua reaktornya.

PLTN Hamaoka terletak di wilayah Jepang bagian tengah yang berisiko diguncang "megaquake" atau gempa bumi dengan kekuatan dahsyat.

Namun pada Januari lalu, Chubu Electric Power selaku operator PLTN itu mengakui pihaknya telah menyerahkan data kepada regulator yang isinya terkesan meremehkan risiko gempa bumi.

Dalam pernyataan pada Senin (14/9), Chubu Electric Power mengumumkan bahwa Presiden perusahaan tersebut, Kingo Hayashi, dan Chairman perusahaan, Satoru Katsuno, akan diganti.

Diumumkan juga bahwa pihak perusahaan akan menarik kembali permohonan untuk mengoperasikan kembali reaktor-reaktor mereka di Hamaoka.

Hayashi, dalam konferensi pers, mengatakan bahwa dirinya merasakan "tanggung jawab yang berat dan sangat menyesal". Dia juga mengungkapkan "penyesalan yang mendalam" karena tidak mampu "membangun budaya organisasi yang mengutamakan kepatuhan dan keselamatan di atas segalanya".




(nvc/ita)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork