Swiss Matikan Reaktor Nuklir Imbas Gelombang Panas Ekstrem

Swiss Matikan Reaktor Nuklir Imbas Gelombang Panas Ekstrem

Novi Christiastuti - detikNews
Sabtu, 27 Jun 2026 15:23 WIB
PLTN BEznau di Swiss (dok. AFP/FABRICE COFFRINI)
PLTN BEznau di Swiss (dok. AFP/FABRICE COFFRINI)
Bern -

Otoritas Swiss mematikan sejumlah reaktor nuklir di pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Beznau, yang merupakan PLTN tertua di kawasan Eropa. Langkah tersebut diambil setelah gelombang panas ekstrem yang menyelimuti Eropa memicu suhu air sungai, yang digunakan untuk pendinginan reaktor, melonjak tinggi.

Perusahaan energi Swiss, Axpo, dalam pernyataannya, seperti dilansir AFP, Sabtu (27/6/2026), mengumumkan bahwa dua reaktor nuklir yang ada di PLTN Beznau dimatikan sementara pada Jumat (26/6) waktu setempat.

"Suhu air pada Sungai Aare kembali mencapai 25 derajat Celsius kemarin dan hari ini. Kondisi pendinginan yang memadai belum terlihat akan tercapai," demikian pernyataan Axpo pada situs webnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebagai dampaknya, sebut Axpo dalam pernyataannya, PLTN Beznau yang terletak di Swiss bagian utara, dekat perbatasan Jerman, "telah mematikan kedua reaktornya untuk sementara waktu".

Axpo menambahkan bahwa pihaknya "terus memantau suhu Sungai Aare".

"Begitu suhu sungai turun atau kondisi pendinginan yang memadai diperkirakan bisa dilakukan, (Beznau) dapat merencanakan untuk mengoperasikan kembali reaktor-reaktornya," kata Axpo dalam pernyataannya.

Pengoperasian kembali reaktor, sebut Axpo, akan dilakukan setelah otoritas terkait memberikan izin.

Pengumuman ini disampaikan di tengah gelombang panas ekstrem yang melanda 150 juta orang di seluruh kawasan Eropa Barat, dengan suhu udara melebihi 35 derajat Celsius.

Pada Jumat (26/6), Swiss kembali memecahkan rekor suhu panas bulan Juni selama dua hari berturut-turut, dengan mencatat suhu 38,8 derajat Celsius di Basel, tak jauh dari Beznau. Rekor baru ini tercatat sehari setelah suhu 38 derajat Celsius menyelimuti lokasi yang sama, dan melampaui rekor selama 80 tahun terakhir.

Otoritas Prancis terlebih dahulu mengumumkan langkah mematikan reaktor nuklir di wilayahnya, sebagai upaya perlindungan lingkungan guna menghindari pembuangan air panas dalam jumlah besar ke sungai-sungai yang suhunya sudah meningkat.

Di Swiss, pasokan energi listrik dari PLTN menyumbang lebih dari sepertiga produksi listrik negara tersebut. Swiss memiliki empat reaktor nuklir yang tergolong sudah tua, termasuk dua reaktor di Beznau.

Reaktor 1 di Beznau mulai beroperasi pada tahun 1969 dan reaktor 2 beroperasi pada tahun 1971, yang menjadikannya salah satu PLTN tertua di dunia.

Tonton juga video "Suhu Tembus 40,9'C, Turis Kelimpungan di Paris"

Halaman 2 dari 2
(nvc/dhn)


Berita Terkait