Militer Korea Selatan dilaporkan sedang melakukan "persiapan konkret" untuk misi pengerahan ke Selat Hormuz, yang diselimuti konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Pengerahan militer itu disebut mencakup pesawat patroli maritim, kapal logistik, dan unit pembersih ranjau.
Pemerintah Korsel membantah laporan tersebut, dengan menyatakan belum ada keputusan akhir untuk mengerahkan pasukan ke Selat Hormuz, jalur perairan vital bagi pasokan minyak dan gas global.
Namun, sejumlah media terkemuka Korsel, termasuk JTBC dan MBC, seperti dilansir Anadolu Agency dan Reuters, Jumat (4/9/2026), melaporkan pada Kamis (3/9), bahwa Seoul sedang bersiap mengerahkan aset militer sebelum akhir tahun, dan mungkin akan meminta persetujuan parlemen bulan ini.
Laporan itu menyebutkan bahwa opsi yang sedang dipertimbangkan mencakup pengerahan pesawat patroli maritim P-8, kapal pendukung logistik, atau unit pendeteksi dan pembersih ranjau.
Korsel, menurut laporan-laporan media, juga telah membahas skala dan bentuk kontribusi dengan berbagai negara, termasuk AS, Inggris, dan Prancis.
"Kami sedang melakukan persiapan konkret untuk mengirimkan pasukan angkatan laut ke Selat Hormuz," ujar seorang pejabat Kementerian Pertahanan Nasional Korsel, yang tidak disebut namanya, saat berbicara kepada media Australia, SBS.
"Saya memahami bahwa pembahasan mengenai pelabuhan pangkalan dan pangkalan operasional juga sedang berlangsung dengan negara-negara terakhir," ucap seorang pejabat tinggi militer Korsel, yang dikutip SBS.
(nvc/ita)