Korsel Deteksi 10 Rudal Jarak Pendek Diluncurkan dari Korut

Korsel Deteksi 10 Rudal Jarak Pendek Diluncurkan dari Korut

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 20 Agu 2026 17:25 WIB
Ilustrasi peluncuran rudal Korut (dok. via REUTERS/KCNA)
Ilustrasi peluncuran rudal Korut (dok. via REUTERS/KCNA)
Seoul -

Militer Korea Selatan (Korsel) mendeteksi setidaknya 10 rudal balistik jarak pendek diluncurkan dari wilayah Korea Utara (Korut) pada Kamis (20/8) waktu setempat.

Pernyataan militer Korsel ini, seperti dilansir AFP, Kamis (20/8/2026), disampaikan setelah Kepala Staf Gabungan Korsel sebelumnya melaporkan bahwa Korut terdeteksi menembakkan setidaknya satu "proyektil tak teridentifikasi".

Aktivitas peluncuran Korut itu juga terdeteksi oleh Jepang, kantor Perdana Menteri (PM) Jepang merilis pernyataan via media sosial X yang menyatakan bahwa Pyongyang telah meluncurkan "diduga sebuah rudal balistik".

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam pernyataan lanjutan, seorang pejabat dari kantor Kepala Staf Gabungan Korsel mengatakan kepada AFP bahwa Korut terdeteksi meluncurkan "sekitar 10 rudal balistik jarak pendek dari wilayah Pyongyang".

Rudal-rudal Korut itu, sebut militer Seoul, terdeteksi melaju sejauh sekitar 300 kilometer ke arah laut di sebelah timur Semenanjung Korea.

Kantor kepresidenan Korsel, seperti dilansir Reuters, mengecam peluncuran rudal-rudal Korut tersebut, dan memerintahkan militer negara itu untuk menjaga kesiapsiagaan penuh.

Dalam pernyataannya, kantor kepresidenan Korsel menyebut bahwa rapat keamanan darurat digelar, dengan dihadiri para pejabat Kementerian Pertahanan dan jajaran petinggi militer, setelah Korut terdeteksi menembakkan rudal.

"Peluncuran rudal balistik ini merupakan tindakan serius yang melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB," tegas kantor kepresidenan Korsel, sembari mendesak Korut untuk segera menghentikan tindakan semacam itu.

Belum ada pernyataan resmi Korut terkait aktivitas peluncuran terbarunya ini.

Dalam pernyataan terpisah, otoritas Jepang menyebut rudal balistik yang diluncurkan Korut "telah jatuh" ke lautan. Televisi terkemuka Jepang, NHK, melaporkan rudal itu tampaknya jatuh di luar zona ekonomi eksklusif (ZEE) Jepang.

Peluncuran rudal Korut ini terjadi setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan dirinya akan bertemu pemimpin Korut Kim Jong Un pada akhir tahun ini, dan saat latihan militer gabungan Korsel dan AS yang dipersingkat berakhir pada Jumat (20/8) waktu setempat.

Trump memerintahkan pengurangan signifikan untuk partisipasi AS dalam latihan gabungan itu, dengan menyebut hubungan baiknya dengan Kim Jong Un sebagai alasannya.

Simak juga Video 'Adik Kim Jong Un Geram Jepang Uji Coba Rudal Tomahawk':

Halaman 2 dari 2
(nvc/idh)


Berita Terkait