×
Ad

Stempel Perang Iran Gagal Total dari Mayoritas Anggota Parlemen AS

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 02 Sep 2026 06:36 WIB
Foto: Gedung Parlemen AS (REUTERS/Joshua Roberts)
Jakarta -

Perang Amerika Serikat (AS) melawan Iran telah berlangsung selama tujuh bulan. Parlemen AS kini menyebut upaya pemerintahan Presiden Donald Trump dalam pertempuran itu sebagai kegagalan total.

Perang AS beserta Israel melawan Iran telah pecah sejak 28 Februari. Kedua negara tersebut melancarkan serangan gabungan ke wilayah Iran. Serangan itu memang menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei. Namun, rencana AS dan Israel agar Iran tunduk tidak kunjung berhasil hingga saat ini.

Konflik ketiga negara itu kemudian meluas usai Iran menutup Selat Hormuz. Penutupan jalur perdagangan dunia ini berdampak terguncangnya pasokan minyak di dunia. Serangkaian negosiasi telah coba dilakukan, tapi masih belum menemukan titik kesepakatan.

Parlemen AS Sebut Operasi Militer di Iran Gagal

Tidak sedikit anggota parlemen Amerika Serikat yang menyebut operasi militer yang dikobarkan Presiden AS Donald Trump terhadap Iran, yang berlangsung selama enam bulan terakhir, sebagai "kegagalan total". Mereka ramai-ramai menyerukan agar perang Washington melawan Teheran segera diakhiri.

Seruan ini muncul setelah AS kembali menyerang Iran beberapa hari lalu, dengan kalangan politik Washington mengakui bahwa perang tersebut tidak mencapai satu pun tujuan yang ditetapkan.

Senator Virginia dari Partai Demokrat, Mark Warner, seperti dilansir Press TV, Selasa (1/9/2026), mengatakan bahwa perang yang diluncurkan oleh Gedung Putih pada akhir Februari lalu itu justru membuat AS menjadi lebih lemah, bukan lebih kuat.

"Sudah enam bulan berlalu sejak dimulainya perang pilihan Trump. Apa hasilnya?" tanya Warner, yang juga menjabat Wakil Ketua Komite Intelijen Senat AS, dalam pernyataan via media sosial X.

Dia memaparkan dampak dari perang tersebut, seperti aksi saling serang antara AS dan Iran yang meningkat, lonjakan harga minyak, beban berlebih pada pasukan dan amunisi Amerika, pemerintah Teheran yang semakin ekstrem, dan Iran yang masih memiliki uranium yang diperkaya, rudal, serta drone.

"Perang yang dikobarkan presiden ini telah menjadi kegagalan total, namun belum terlihat tanda-tanda akan berakhir," tegas Warner dalam kritikannya untuk Trump.




(ygs/ygs)

Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork