Kenapa Pulau Larak yang Diserang AS Penting Bagi Iran?

Kenapa Pulau Larak yang Diserang AS Penting Bagi Iran?

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 01 Sep 2026 16:15 WIB
Pulau Larak, yang dikuasai Iran, terletak di dekat gerbang masuk Selat Hormuz (dok. REUTERS/Stringer)
Pulau Larak, yang dikuasai Iran, terletak di dekat gerbang masuk Selat Hormuz (dok. REUTERS/Stringer)
Teheran -

Amerika Serikat (AS) menggempur Pulau Larak di Iran bagian selatan pada Minggu (30/8), dalam serangan yang disebut Komando Pusat AS (CENTCOM) untuk mencegah Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menebar ranjau laut di Selat Hormuz.

Pulau Larak merupakan pulau kecil sepanjang 9,6 kilometer, yang sebagian besar terdiri atas batu pasir, dengan populasi sedikit di atas 400 jiwa. Namun demikian, seperti dilansir New York Times dan Al Arabiya, Selasa (1/9/2026), pulau tersebut memiliki arti penting secara geopolitik.

Pulau kecil ini menjadi titik pijak bagi militer Iran di gerbang masuk Selat Hormuz. Pulau Larak juga memegang peran yang sangat signifikan dalam upaya Teheran memblokade Selat Hormuz, jalur perairan vital bagi pasokan minyak dan gas global yang baru-baru ini menjadi titik perselisihan dengan Washington.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Badan Energi Internasional (IEA), posisi Pulau Larak yang berada di dalam Selat Hormuz, menjadi bagian dari jaringan posisi militer Iran di sekitar jalur perairan strategis tersebut, yang dilalui oleh 34 persen pasokan minyak mentah global sepanjang tahun 2025 lalu.

Lokasi Pulau Larak yang dekat dengan jalur maritim yang vital secara global, telah memberikan posisi strategis yang berharga bagi pasukan militer Iran. Hal ini memungkinkan Teheran untuk memantau dan mempengaruhi aktivitas di Selat Hormuz.

Iran juga dapat memberikan tekanan tanpa harus menutup total Selat Hormuz bagi lalu lintas komersial. Ancaman-ancaman berupa ranjau, rudal, atau serangan lainnya dapat menciptakan tekanan dengan cara mengubah perilaku kapal-kapal dan kekuatan angkatan laut yang melintas.

Juru bicara CENTCOM, Kapten Tim Hawkins, mengatakan bahwa pasukan AS menyerang Pulau Larak setelah mendeteksi pasukan Iran di sana sedang bersiap meluncurkan roket-roket bermuatan ranjau ke perairan sekitar Selat Hormuz.

Citra satelit yang diambil tahun 2020 menunjukkan jaringan pulau Iran, di gerbang masuk Selat Hormuz, yang terdiri atas Pulau Hormuz (kanan), Pulau Larak (tengah) dan Pulau Qeshm (kiri)Citra satelit yang diambil tahun 2020 menunjukkan jaringan pulau Iran di gerbang masuk Selat Hormuz, yang terdiri atas Pulau Hormuz (kanan), Pulau Larak (tengah) dan Pulau Qeshm (kiri) Foto: dok AFP

Sejak perang melawan AS dan Israel dimulai pada akhir Februari, Iran berupaya menegaskan kendali atas Selat Hormuz dengan menerapkan pemungutan biaya bagi kapal yang melintas, yang sebelumnya gratis. Jantung dari strategi itu adalah pos militer di Pulau Larak, salah satu dari gugus kepulauan di lepas pantai selatan Iran, dekat kota pelabuhan utama Bandar Abbas.

Menurut media pemerintah Iran, otoritas setempat mengendalikan akses publik ke Pulau Larak, yang memiliki luas 77,6 kilometer persegi.

Pengaruh Historis

Relevansi geostrategis Pulau Larak sudah ada jauh sebelum perang AS-Iran berkecamuk. Selama Perang Iran-Irak, ketika konflik darat menemui jalan buntu, pertempuran beralih ke kawasan Teluk. Serangan terhadap kapal-kapal komersial meningkat tajam hingga memicu peristiwa yang kemudian dikenal sebagai "Perang Tanker".

Iran kemudian mendirikan fasilitas untuk memuat minyak lepas pantai di dekat Pulau Larak, dengan menggunakan kapal-kapal tanker besar untuk menyimpan dan memindahkan minyak ke kapal-kapal asing. Praktik ini mengurangi risiko serangan Irak terhadap kapal-kapal tersebut.

Kapal-kapal tanker Iran juga mengangkut minyak secara bolak-balik antara Pulau Larak dan Pulau Kharg, terminal ekspor minyak utama Iran, yang memungkinkan Teheran untuk terus mendistribusikan minyak. Pentingnya Pulau Larak mendorong Irak menyerang kapal-kapal tanker di sana pada tahun 1987 silam.

Jaringan Pulau

Pulau Larak merupakan bagian dari jaringan pulau Iran yang digunakan untuk memproyeksikan kendali atas Selat Hormuz. Selain Pulau Larak, ada pula Pulau Qeshm yang jauh lebih besar dan sarat dengan kehadiran militer dan Pulau Hormuz yang terletak tak jauh dari lokasi itu.

Ketiga pulau, yang dijuluki "trio pulau" itu memberikan pijakan bagi militer Iran di dekat gerbang masuk Selat Hormuz.

Ditambah juga Pulau Kharg yang berfungsi sebagai tulang punggung ekonomi Iran, dengan terminal perairan dalam yang mampu menampung kapal tanker raksasa. Secara keseluruhan, pulau-pulau itu membentuk jaringan di mana serangan terhadap salah satu pulau dapat melemahkan kemampuan Iran.

Simak juga Video 'Trump: Jika Iran Punya Senjata Nuklir, Israel Akan Musnah':

Halaman 2 dari 2
(nvc/ita)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini