Pemimpin tertinggi Iran Mojtaba Khamenei merilis pernyataan setelah negaranya dijatuhi rentetan sanksi terbaru Amerika Serikat (AS). Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa AS mengambil alih kendali atas seperlima cadangan minyak Venezuela yang sangat besar.
Mojtaba, dalam pernyataannya, mencetuskan sejumlah langkah untuk mengatasi sanksi baru, seperti peningkatan produksi dalam negeri dan pengurangan secara bertahap atas peran dominan dolar Amerika dalam perekonomian negaranya.
Sementara itu, Trump mengumumkan tercapainya kesepakatan antara AS dan Venezuela, yang disebutnya sebagai "kesepakatan minyak terbesar dalam sejarah dunia" antara kedua negara. Dia menyebut kesepakatan itu memberikan AS kendali mayoritas atas 65 miliar barel cadangan minyak Venezuela.
Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Sabtu (29/8/2026):
- Rusia Klaim Sukses Luncurkan Rudal Antarbenua Berkemampuan Nuklir
Rusia mengumumkan telah meluncurkan sebuah rudal balistik antarbenua (ICBM) dalam latihan tempur terbaru yang digelar pada Jumat (28/8) waktu setempat. Rudal ICBM yang diluncurkan Moskow itu disebut memiliki "kemampuan nuklir".
Kementerian Pertahanan Rusia, seperti dilansir Anadolu Agency, Sabtu (29/8/2026), mengatakan bahwa pihaknya "secara sukses" melakukan peluncuran latihan tempur ICBM yang berbahan bakar padat dan bersifat mobile dari Kosmodrom Plesetsk di wilayah Arkhangelsk, bagian barat laut Rusia.
Rudal ICBM yang diluncurkan dalam latihan tempur pada Jumat (28/8) itu, sebut Kementerian Pertahanan Rusia, "berkemampuan nuklir".
- Iran Dijerat Rentetan Sanksi Baru AS, Mojtaba Khamenei Cetuskan Hal Ini
Pemimpin tertinggi Iran Mojtaba Khamenei merilis pernyataan terbaru setelah negaranya dijatuhi rentetan sanksi terbaru Amerika Serikat (AS), yang dimaksudkan untuk meruntuhkan rezim Teheran. AS menjeratkan sanksi baru saat konflik dengan Iran semakin berlarut-larut, setelah upaya diplomasi terhenti.
Mojtaba dalam pernyataan terbarunya, seperti dilansir Anadolu Agency dan Press TV, Sabtu (29/8/2026), mencetuskan bahwa peningkatan ketergantungan pada produksi dalam negeri Iran dapat menjadi kunci untuk mengatasi masalah ekonomi Iran.
Dia juga menyerukan pengurangan secara bertahap atas peran dominan dolar Amerika dalam perekonomian negaranya.
(nvc/nvc)