Iran Dijerat Rentetan Sanksi Baru AS, Mojtaba Khamenei Cetuskan Hal Ini

Iran Dijerat Rentetan Sanksi Baru AS, Mojtaba Khamenei Cetuskan Hal Ini

Novi Christiastuti - detikNews
Sabtu, 29 Agu 2026 10:48 WIB
Pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei (dok. Reuters)
Pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei (dok. Reuters)
Teheran -

Pemimpin tertinggi Iran Mojtaba Khamenei merilis pernyataan terbaru setelah negaranya dijatuhi rentetan sanksi terbaru Amerika Serikat (AS), yang dimaksudkan untuk meruntuhkan rezim Teheran. AS menjeratkan sanksi baru saat konflik dengan Iran semakin berlarut-larut, setelah upaya diplomasi terhenti.

Mojtaba dalam pernyataan terbarunya, seperti dilansir Anadolu Agency dan Press TV, Sabtu (29/8/2026), mencetuskan bahwa peningkatan ketergantungan pada produksi dalam negeri Iran dapat menjadi kunci untuk mengatasi masalah ekonomi Iran.

Dia juga menyerukan pengurangan secara bertahap atas peran dominan dolar Amerika dalam perekonomian negaranya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam pesan yang disampaikan untuk memperingati Pekan Pemerintah Iran, Mojtaba mendesak pemerintah memberikan "perhatian serius" terhadap berbagai tantangan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat yang saling berkaitan, termasuk inflasi, pengangguran, pengendalian harga, dan pengaturan pasar barang dan jasa.

"Kunci utama untuk mengatasi semua persoalan ini terletak pada peningkatan ketergantungan terhadap produksi dalam negeri," cetus Pemimpin Tertinggi Iran tersebut.

Mojtaba menyerukan upaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan investasi dan mengarahkannya pada sektor-sektor yang bermanfaat dan penting, memacu produksi, "secara bertahap mengurangi peran penting dolar", dan pada akhirnya menempatkan seluruh rangkaian kebijakan "ekonomi perlawanan" sebagai prioritas utama dalam agenda ekonomi pemerintah Iran.

Mojtaba yang belum muncul ke depan publik sejak menjabat pada awal Maret lalu, juga menekankan pentingnya memastikan pasokan barang kebutuhan pokok dan barang khusus yang memadai. Dia menambahkan jika produksi dalam negeri belum mencukupi, maka impor harus dimanfaatkan secara "tepat dan bijak".

Menurut Mojtaba, upaya mendorong produksi dan mengelola impor serta harga dapat secara bertahap mengurangi "titik-titik kelam" dalam perekonomian Iran, hingga masalah tersebut hilang sepenuhnya.

Nilai tukar Rial Iran merosot ke rekor terendah terbaru terhadap dolar AS di pasar bebas pekan ini, menembus angka 2.000.000 Rial per dolar AS, seiring langkah Washington memberlakukan sanksi-sanksi tambahan untuk melumpuhkan perekonomian Teheran.

Lebih lanjut, Pemimpin Tertinggi Iran ini menyebut "penerapan teknologi dan inovasi yang diusulkan oleh kalangan elite muda Iran" sebagai isu penting. Dia menilai pemanfaatan hal itu secara tepat waktu dapat menghasilkan kemajuan signifikan di sektor pertanian, industri, komunikasi, pendidikan, dan sektor lainnya.

Mojtaba juga memuji pemerintahan Presiden Masoud Pezeshkian selama masa perang, yang disebutnya mampu menyediakan barang dan berbagai layanan yang dibutuhkan oleh rakyat, memperbaiki fasilitas penting yang rusak dan mengelola pasokan energi di tengah "pembatasan dan konspirasi musuh Amerika Zionis" dan "intensifikasi sanksi dan blokade". Mojtaba memuji Pezeshkian sebagai Presiden yang "tulus dan penuh perhatian".

Dalam pernyataannya, Mojtaba juga menyerukan langkah-langkah untuk menjaga "persatuan dan memelihara kohesi sosial".

"Tidak diragukan lagi, setiap pernyataan yang mematahkan semangat dan melemahkan motivasi nasional maupun publik, dan segala bentuk dikotomi semu -- seperti perang atau negosiasi, konsensus atau ekstremisme, kompromi atau hasutan perang -- yang di masa lalu telah memicu kerugian langsung atau tidak langsung bagi rakyat kita tercinta, dapat menimbulkan dampak serupa di masa mendatang," sebutnya.

"Oleh karena itu, saya menegaskan bahwa melakukan tindakan apa pun yang merusak kohesi sosial adalah dilarang," tegas Pemimpin Tertinggi Iran tersebut.

Tonton juga video "Langka! Kantor Berita Iran Rilis Mojtaba Khamenei Sedang Berbincang"

Halaman 2 dari 2
(nvc/idh)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini