5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini

5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 29 Agu 2026 18:57 WIB
Pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei (dok. picture alliance via Getty Image/picture alliance)
Pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei (dok. picture alliance via Getty Image/picture alliance)
Jakarta -

Pemimpin tertinggi Iran Mojtaba Khamenei merilis pernyataan setelah negaranya dijatuhi rentetan sanksi terbaru Amerika Serikat (AS). Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa AS mengambil alih kendali atas seperlima cadangan minyak Venezuela yang sangat besar.

Mojtaba, dalam pernyataannya, mencetuskan sejumlah langkah untuk mengatasi sanksi baru, seperti peningkatan produksi dalam negeri dan pengurangan secara bertahap atas peran dominan dolar Amerika dalam perekonomian negaranya.

Sementara itu, Trump mengumumkan tercapainya kesepakatan antara AS dan Venezuela, yang disebutnya sebagai "kesepakatan minyak terbesar dalam sejarah dunia" antara kedua negara. Dia menyebut kesepakatan itu memberikan AS kendali mayoritas atas 65 miliar barel cadangan minyak Venezuela.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Sabtu (29/8/2026):

- Rusia Klaim Sukses Luncurkan Rudal Antarbenua Berkemampuan Nuklir

Rusia mengumumkan telah meluncurkan sebuah rudal balistik antarbenua (ICBM) dalam latihan tempur terbaru yang digelar pada Jumat (28/8) waktu setempat. Rudal ICBM yang diluncurkan Moskow itu disebut memiliki "kemampuan nuklir".

Kementerian Pertahanan Rusia, seperti dilansir Anadolu Agency, Sabtu (29/8/2026), mengatakan bahwa pihaknya "secara sukses" melakukan peluncuran latihan tempur ICBM yang berbahan bakar padat dan bersifat mobile dari Kosmodrom Plesetsk di wilayah Arkhangelsk, bagian barat laut Rusia.

Rudal ICBM yang diluncurkan dalam latihan tempur pada Jumat (28/8) itu, sebut Kementerian Pertahanan Rusia, "berkemampuan nuklir".

- Iran Dijerat Rentetan Sanksi Baru AS, Mojtaba Khamenei Cetuskan Hal Ini

Pemimpin tertinggi Iran Mojtaba Khamenei merilis pernyataan terbaru setelah negaranya dijatuhi rentetan sanksi terbaru Amerika Serikat (AS), yang dimaksudkan untuk meruntuhkan rezim Teheran. AS menjeratkan sanksi baru saat konflik dengan Iran semakin berlarut-larut, setelah upaya diplomasi terhenti.

Mojtaba dalam pernyataan terbarunya, seperti dilansir Anadolu Agency dan Press TV, Sabtu (29/8/2026), mencetuskan bahwa peningkatan ketergantungan pada produksi dalam negeri Iran dapat menjadi kunci untuk mengatasi masalah ekonomi Iran.

Dia juga menyerukan pengurangan secara bertahap atas peran dominan dolar Amerika dalam perekonomian negaranya.

- Trump Umumkan Ambil Alih Kendali Sebagian Cadangan Minyak Venezuela

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan bahwa AS mengambil alih kendali atas seperlima cadangan minyak Venezuela yang sangat besar, berdasarkan kesepakatan yang disebutnya sebagai "kesepakatan minyak terbesar dalam sejarah dunia" antara kedua negara.

Trump, seperti dilansir Reuters dan AFP, Sabtu (29/8/2026), menyebut kesepakatan itu memberikan AS kendali mayoritas atas 65 miliar barel cadangan minyak Venezuela. Rincian mengenai kesepakatan ini belum diungkap ke publik.

"Amerika Serikat baru saja menyepakati perjanjian dengan Venezuela mengenai KESEPAKATAN MINYAK TERBESAR DALAM SEJARAH DUNIA!" kata Trump dalam pernyataan via akun media sosial Truth Social pada Jumat (28/8) waktu setempat, mengumumkan apa yang disebutnya sebagai "BREAKING NEWS".

- Bertambah Lagi, 633 Orang Tewas Akibat Banjir Bandang Nepal-Tibet

Otoritas Nepal dan China kembali memperbarui jumlah korban tewas akibat bencana banjir bandang dahsyat dan tanah longsor yang menerjang kawasan terpencil di Himalaya tersebut. Total sedikitnya 633 orang tewas akibat bencana mematikan yang melanda wilayah perbatasan Nepal dan Tibet tiga hari lalu.

Otoritas Pengurangan Risiko dan Penanggulangan Bencana Nasional Nepal dalam pernyataan terbarunya, seperti dilansir AFP, Sabtu (29/6/2026), mengumumkan bahwa jumlah korban tewas di wilayah Nepal bertambah menjadi sedikitnya 626 orang hingga Sabtu (29/8) pagi.

Jumlah korban hilang juga dilaporkan bertambah, yakni mencapai angka 2.426 orang. Otoritas Nepal menambahkan 933 pekerja pembangkit listrik tenaga air setempat ke dalam daftar orang hilang, yang sebelumnya telah mencakup para pendaki dan peziarah yang hendak menuju Gunung Kallash yang disucikan di Tibet.

- Iran Bantah Rencana Bunuh Putra Bungsu Trump: Tipu Muslihat Netanyahu!

Iran membantah laporan yang menyebut Teheran berencana untuk menargetkan Barron Trump, putra bungsu Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, dalam serangan. Otoritas Teheran mengecam laporan semacam itu sebagai "propaganda rekaan".

Bantahan dan kecaman itu, seperti dilansir Anadolu Agency dan Middle East Monitor, Sabtu (29/8/2026), disampaikan oleh Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, dalam pernyataannya pekan ini.

Rezaei juga menyebut laporan tersebut sebagai "tipu muslihat Netanyahu", merujuk pada Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu.

Halaman 2 dari 2
(nvc/nvc)


Berita Terkait