Seorang politisi Selandia Baru menimbulkan kehebohan karena mengikuti rapat dewan kota secara virtual dari kamar mandinya, dengan cucian yang tergantung di latar belakangnya. Ditambah lagi ada sesosok bayangan yang terlihat berdiri di dalam shower.
Tingkah kocak dari anggota Dewan Kota Dunedin, Jo Galer tersebut memicu tawa dari koleganya, ketika dia bergabung ke rapat Dewan Kota pada hari Senin (3/8) lalu.
"Anda mungkin perlu memindahkan kamera Anda," kata Wali Kota Sophie Barker kepadanya dalam video rapat yang diunggah ke YouTube dan telah ditonton ribuan kali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami bisa melihat cucian Anda," imbuh Barker, dilansir News.com.au, Jumat (7/8/2026).
Namun Galer dengan cueknya, menjawab: "Anda bisa melihat cucian saya, berarti Anda bisa melihat saya -- itu bukan masalah".
Anggota dewan tersebut kemudian menyampaikan pidato tentang reformasi pemerintahan lokal. Namun, para para penonton online ramai membahasnya. Mereka bahkan fokus ke sosok bayangan yang tampaknya bersembunyi di balik pintu shower yang buram.
"Siapa yang ada di dalam shower? Apakah itu suaminya? Apakah dia menyandera seseorang?" kelakar seorang netizen.
"Saya tidak mendengarkan sepatah kata pun yang dia ucapkan, hanya memperhatikan bayangannya yang seakan berteriak 'berikan saya sabunnya'," tulis netizen lain.
Video tersebut juga telah dibagikan oleh beberapa media berita di Amerika Serikat, dan memicu ribuan komentar.
Ini bukan pertama kalinya Dewan Kota Dunedin memicu kehebohan.
Sebelumnya pada tahun 2020, anggota Dewan Kota Dunedin, David Benson-Pope mengalami insiden menggelikan saat rapat daring via Zoom. Pria itu mengira kameranya hanya menyorot bagian dada ke atas, sehingga ia pun berdiri dari kursi untuk membersihkan ruang kerjanya menggunakan kemoceng.
Akibatnya, seluruh peserta rapat bisa melihat pemandangan menggelikan di mana David yang tampak rapi mengenakan jas formal di bagian atas, tapi tidak memakai celana panjang, sehingga kedua kaki telanjangnya pun terlihat jelas.
Tonton juga video "Presiden FIFA Gelar Rapat Darurat di Tengah Krisis Internal"










































