×
Ad

Trump Cabut Visa Duta Besar Brasil untuk AS, Ada Apa?

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 05 Agu 2026 09:34 WIB
Dubes Brasil untuk AS Maria Luiza Ribeiro Viotti (dok. AFP/WOLFGANG KUMM)
Washington DC -

Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mencabut visa Duta Besar Brasil di Washington DC, Maria Luiz Ribeiro Viotti. Pencabutan visa ini dipicu oleh perselisihan diplomatik yang terjadi antara Washington dan Brasilia beberapa waktu terakhir.

Dituturkan seorang juru bicara Departemen Luar Negeri AS, seperti dilansir Anadolu Agency, Rabu (5/8/2026), bahwa langkah itu merupakan langkah balasan AS setelah Brasil menolak untuk memberikan visa kepada dua diplomat Amerika dan menunda persetujuan terhadap calon Dubes yang diajukan Washington.

"Ini merupakan tindakan timbal balik. Jika Duta Besar tersebut meninggalkan negara ini, maka dia harus mengajukan permohonan visa kembali," kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS tersebut.

"Kami terus berkomunikasi dengan pemerintah Brasil selama berminggu-minggu dan telah memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada pemerintah Brasil untuk melakukan langkah yang tepat, namun mereka terus menunda-nunda dan mengulur waktu," ucap juru bicara tersebut.

Ditegaskan oleh juru bicara tersebut bahwa pembatalan visa itu tidak sama dengan langkah menetapkan persona non grata (PNG) kepada Dubes Brasil. Namun juru bicara itu mengisyaratkan jika AS dapat mengambil langkah lebih lanjut.

Persona non grata merupakan istilah diplomatik yang menyatakan bahwa seseorang tidak lagi diterima di suatu negara.

"Ini bukan status PNG, meskipun opsi diplomatik tambahan masih terbuka jika pemerintah Brasil terus menunda, atau jika mereka menolak, untuk memberikan agrément," ucap juru bicara Departemen AS itu, menggunakan istilah diplomatik untuk persetujuan resmi dari negara tuan rumah kepada duta besar atau diplomat asing sebelum mereka dilantik secara resmi.

"Presiden Trump memiliki hak untuk menentukan siapa yang mewakili rakyat dan kepentingan Amerika di seluruh dunia... Kami menolak segala upaya negara untuk mencampuri proses domestik kami," tegasnya.




(nvc/whn)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork