Saat masa perang dingin, Uni Soviet selalu bersaing dengan Amerika Serikat (AS) dalam teknologi alat utama sistem senjata (alutsista). Bahkan, Uni Soviet pernah menjatuhkan pesawat mata-mata AS dengan rudal.
Dikutip dari laman Smithsonian Institution, rudal itu adalah rudal, yang mana di Uni Soviet dikenal dengan nama Dvina. SA-2 adalah rudal pertahanan udara buatan Uni Soviet yang menjadi rudal pertahanan udara paling banyak digunakan di dunia.
Rudal ini mulai beroperasi pada tahun 1959 dan dimiliki oleh seluruh negara sekutu Uni Soviet. Pada tahun 1960, rudal SA-2 berhasil menembak jatuh pesawat pengintai U-2 milik Amerika Serikat yang dipiloti oleh Francis Gary Powers.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
SA-2 menggunakan pendorong (booster) bahan bakar padat serta tingkat kedua berbahan bakar cair, dengan material bangunan utama dari paduan baja dan titanium.
Dipakai Vietnam
Vietnam Utara mulai menerima SA-2 tak lama setelah dimulainya Operasi Rolling Thunder pada musim semi tahun 1965. Dengan bantuan Soviet, mereka membangun beberapa lokasi yang tersamarkan dengan baik, dan secara teratur memindahkan SA-2 dan peralatannya di antara lokasi-lokasi tersebut.
Vietnam Utara juga mengelilingi lokasi SA-2 dengan artileri anti-pesawat (AAA), sehingga membuatnya semakin berbahaya untuk diserang.
SA-2 tidak beroperasi sendiri, tetapi sebagai bagian dari sistem yang lengkap. Situs SA-2 tipikal di Vietnam Utara memiliki enam rudal pada peluncur, kendaraan kontrol dan pendukung, radar akuisisi Spoon Rest, dan radar pemandu Fan Song.
Radar Spoon Rest mendeteksi pesawat yang datang dari jarak jauh (sejauh 70 mil), memberikan data lokasi ke komputer sistem.
Rudal SA-2 memiliki roket pendorong berbahan bakar padat yang meluncurkan dan mempercepatnya, kemudian dilepaskan setelah sekitar enam detik. Saat dalam tahap pendorong, rudal tidak melakukan pemanduan. Selama tahap kedua, SA-2 melakukan pemanduan, dan roket berbahan bakar cair mendorongnya ke target.
Versi ekspor rudal ini diangkut dengan kendaraan (transporter) dan memerlukan peluncur terpisah. Berbagai negara membuat versi mereka sendiri, dan rudal SA-2 masih digunakan hingga saat ini.
Saat ini, rudal tersebut dipamerkan pada eksibisi Cold War Aviation di Steven F. Udvar-Hazy Center, Chantilly, Virginia.
(rdp/imk)









































