Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan menghantam Iran dengan "sangat keras", saat pertempuran di kawasan Timur Tengah kembali berkobar. AS dan Israel dilaporkan sedang bersiap melancarkan operasi pengeboman paling intens yang menargetkan infrastruktur energi Iran.
Trump juga menegaskan tekadnya untuk memenangkan perang melawan Iran, yang dimulai oleh serangan gabungan AS dan Israel pada akhir Februari lalu.
Sementara itu, rencana serangan besar-besaran AS dan Israel diperkirakan mungkin terjadi pada akhir pekan ini. Pembangkit listrik dan kilang minyak Iran kemungkinan menjadi target serangan tersebut, dengan pejabat AS juga mempertimbangkan untuk memutus aliran listrik ke Teheran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Sabtu (1/8/2026):
- Trump Sebut Krisis Migran Spanyol Jadi Peringatan untuk AS!
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berupaya memanfaatkan krisis migran yang terjadi di Ceuta, kota otonom Spanyol di Afrika Utara, untuk kepentingan politik. Trump menyebut situasi krisis migran tersebut menjadi peringatan bagi AS jika lawan-lawan politiknya berkuasa.
Presiden AS ini menyebut situasi di Ceuta "mengerikan" dan "seperti sebuah invasi".
"Itu mengerikan. Ingatlah gambar tersebut. Seperti itulah nasib kita dalam tiga tahun ke depan jika pihak yang salah berkuasa," kata Trump seperti dikutip media Fox News dan dilansir AFP, Sabtu (1/8/2026).
- Netanyahu Bilang Pasukan Israel Siap Siaga Jika Dia Ditangkap di Luar Negeri
Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa pasukan khusus Israel siap siaga untuk melakukan intervensi guna menyelamatkan dirinya, jika dia ditangkap saat berada di luar negeri.
Pernyataan tersebut disampaikan saat Netanyahu menghadapi ancaman penangkapan berdasarkan surat perintah Mahkamah Pidana Internasional (ICC), terkait tuduhan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan yang dilakukan Israel pada warga Palestina di Jalur Gaza.
Beberapa waktu terakhir, Wali Kota New York Zohran Mamdani menyerukan penangkapan Netanyahu jika dia berkunjung ke Amerika Serikat (AS). Mamdani secara terang-terangan menyebut Netanyahu sebagai "penjahat perang" dan meminta pemerintah federal AS melaksanakan surat perintah penangkapan ICC terhadap PM Israel tersebut.
- Trump Ancam Hantam Iran Sangat Keras, Bertekad Menang Perang
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan menghantam Iran dengan "sangat keras", saat pertempuran di kawasan Timur Tengah kembali berkobar menyusul penangguhan serangan oleh kedua negara yang hanya berlangsung singkat.
Trump, seperti dilansir AFP dan Anadolu Agency, Sabtu (1/8/2026), juga menegaskan tekadnya untuk memenangkan perang melawan Iran, yang dimulai oleh serangan gabungan AS dan Israel pada akhir Februari lalu.
"Kita hanya ingin menang. Kita melakukannya dengan sangat baik. Kita berusaha untuk bersikap sebaik mungkin dalam situasi seperti itu. Namun, mereka sedang dihancurkan," kata Trump saat memimpin rapat kabinet di Camp David, kompleks peristirahatan kepresidenan di Maryland, pada Jumat (31/7) waktu setempat.
- Israel Ngotot Ogah Tinggalkan Gaza hingga Hamas Lucuti Senjata
Israel bersikeras tidak akan menarik pasukannya dari Jalur Gaza hingga kelompok Hamas melakukan "perlucutan senjata dengan sungguh-sungguh". Penegasan itu disampaikan setelah Hamas menyatakan tidak akan memulai langkah menuju perlucutan senjata sebelum Israel menarik pasukannya dari Jalur Gaza.
"Israel telah menegaskan kembali bahwa tidak akan ada penarikan pasukan IDF (Angkatan Bersenjata Israel) sama sekali dari 'Garis Kuning' saat ini, kecuali Hamas melakukan perlucutan senjata yang sungguh-sungguh," kata sumber politik Israel, seperti dikutip AFP, Sabtu (1/8/2026).
Sumber tersebut merujuk pada garis demarkasi antara wilayah Gaza yang dikuasai Hamas dan wilayah yang dikuasai pasukan Israel.
- AS-Israel Bersiap Serang Pembangkit Listrik hingga Kilang Minyak Iran
Amerika Serikat (AS) dan Israel dilaporkan sedang bersiap melancarkan operasi pengeboman paling intens yang menargetkan infrastruktur energi Iran, termasuk pembangkit listrik dan kilang minyak. Serangan gabungan tersebut disebut mungkin terjadi pada akhir pekan ini.
Rencana serangan besar-besaran itu, seperti dilansir Anadolu Agency, Sabtu (1/8/2026), dilaporkan oleh media-media AS, seperti CBS News dan Wall Street Journal (WSJ), yang mengutip sumber pejabat-pejabat Washington dan Tel Aviv.
Laporan CBS News menyebutkan adanya pembahasan mengenai dirampungkannya operasi militer apa pun sebelum pasar keuangan dibuka pada Senin (3/8) waktu setempat, mengingat kekhawatiran akan dampak ekonomi, meskipun belum ada tenggat waktu pasti yang ditetapkan.










































