Israel Ngotot Ogah Tinggalkan Gaza hingga Hamas Lucuti Senjata

Israel Ngotot Ogah Tinggalkan Gaza hingga Hamas Lucuti Senjata

Novi Christiastuti - detikNews
Sabtu, 01 Agu 2026 14:49 WIB
Tentara Israel berdiri di atas tank militer yang disiagakan di perbatasan Gaza (dok. Reuters)
Tentara Israel berdiri di atas tank militer yang disiagakan di perbatasan Gaza (dok. Reuters)
Tel Aviv -

Israel bersikeras tidak akan menarik pasukannya dari Jalur Gaza hingga kelompok Hamas melakukan "perlucutan senjata dengan sungguh-sungguh". Penegasan itu disampaikan setelah Hamas menyatakan tidak akan memulai langkah menuju perlucutan senjata sebelum Israel menarik pasukannya dari Jalur Gaza.

"Israel telah menegaskan kembali bahwa tidak akan ada penarikan pasukan IDF (Angkatan Bersenjata Israel) sama sekali dari 'Garis Kuning' saat ini, kecuali Hamas melakukan perlucutan senjata yang sungguh-sungguh," kata sumber politik Israel, seperti dikutip AFP, Sabtu (1/8/2026).

Sumber tersebut merujuk pada garis demarkasi antara wilayah Gaza yang dikuasai Hamas dan wilayah yang dikuasai pasukan Israel.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penegasan Israel tersebut disampaikan setelah Hamas, pada Jumat (31/7), mengonfirmasi telah menyetujui kesepakatan untuk mengakhiri perang dengan Israel, yang mencakup ketentuan mengenai perlucutan senjata kelompok mereka dan penarikan bertahap pasukan Israel dari Jalur Gaza.

Tanggapan yang disampaikan sumber politik Israel itu menjadi respons tidak resmi yang disampaikan Tel Aviv. Pemerintah Israel sejauh ini belum menyampaikan tanggapan resmi mereka atas kesepakatan tersebut.

Perlucutan senjata Hamas menjadi salah satu hambatan utama dalam kemajuan kesepakatan gencatan senjata Gaza yang diberlakukan sejak Oktober 2025.

Konfirmasi Hamas itu disampaikan setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, pada Kamis (30/7) malam, mengumumkan kesepakatan untuk "perlucutan senjata total" Hamas. Trump menyebutnya sebagai langkah krusial menuju pemerintahan Palestina yang baru di Jalur Gaza.

Para pejabat Hamas mengatakan kepada AFP bahwa sebuah komite yang dibentuk oleh Dewan Perdamaian (Board of Peace) bentukan Trump untuk mengelola Gaza akan mengawasi proses penyimpanan senjata milik kelompok mereka.

Hamas mengharapkan agar para mediator dan Dewan Perdamaian memastikan Israel mematuhi ketentuan dalam kesepakatan tersebut, termasuk penarikan pasukan Israel dari wilayah Jalur Gaza.

Ghizi Hamad, salah satu anggota tim negosiasi Hamas, mengatakan bahwa kelompoknya melakukan "konsesi demi rakyat kami di Jalur Gaza, untuk menyelamatkan mereka dari pembunuhan dan pengungsian".

"Israel tidak akan campur tangan dalam masalah perlucutan senjata. Komite Nasional adalah badan yang akan melaksanakan tugas ini," ujarnya, merujuk pada Komite Nasional untuk Administrasi Gaza (NCAG).

Namun Hamad juga menekankan bahwa Hamas tidak akan mengambil langkah apa pun menuju perlucutan senjata, kecuali Israel terlebih dahulu memenuhi kewajibannya berdasarkan kesepakatan tersebut, termasuk menarik pasukannya dari Jalur Gaza.

Dia menyebut masalah perlucutan senjata berkaitan dengan penarikan pasukan Israel dan rekonstruksi Gaza.

Tonton juga video "Soal Kesepakatan Pelucutan Senjata Hamas, Trump: Israel Sangat Senang"

Halaman 2 dari 2
(nvc/idh)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini