×
Ad

Geger Ribuan Migran dari Maroko Serbu Spanyol, 18 Orang Tewas

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 31 Jul 2026 14:33 WIB
Militer Spanyol berpatroli di area perbatasan antara Ceuta dan Maroko setelah penyerbnuan migran ilegal (REUTERS/Fabian Bimmer)
Ceuta -

Jumlah korban tewas dalam insiden penyerbuan massal oleh ribuan migran ilegal ke Ceuta, kota otonom Spanyol di Afrika Utara, bertambah menjadi sedikitnya 18 orang. Dalam insiden ini, para migran ilegal nekat berenang menyeberangi lautan atau menerobos masuk lewat perbatasan darat dari Maroko.

Ceuta merupakan kota otonom Spanyol yang terletak di pesisir utara Afrika, atau di wilayah utara Maroko. Bersama dengan kota Melilla, Ceuta menjadi satu-satunya perbatasan darat Uni Eropa dengan Afrika. Kedua kota itu secara berkala mengalami lonjakan upaya penyeberangan ilegal oleh para migran yang ingin masuk ke Eropa.

Laporan televisi lokal Spanyol TVE, seperti dilansir Reuters, Jumat (31/7/2026), menyebutkan bahwa sebanyak 2.000-3.000 migran berhasil masuk secara ilegal ke wilayah Ceuta pada Kamis (30/7) waktu setempat.

Menurut warga Fnideq di Maroko, sebagian besar migran yang berhasil menyeberangi perbatasan tampaknya melakukannya sebelum tengah hari. Area kota Fnideq sendiri, yang terletak dekat perbatasan dengan Ceuta, dibanjiri ribuan migran sepanjang malam yang berniat menyeberangi perbatasan.

Di antara mereka yang berharap bisa menyeberangi perbatasan Ceuta, yang berpenduduk 85.000 jiwa itu, adalah perempuan dan anak-anak dari Maroko dan Afrika Sub-Sahara.

Bentrokan-Insiden Desak-desakan di Kerumunan Migran Ilegal

Situasi tersebut sempat memicu bentrokan ketika otoritas setempat berupaya menghentikan kerumunan migran di dekat perbatasan. Sejumlah saksi mata Reuters melaporkan bahwa sedikitnya satu bus dan tujuh kendaraan hangus dibakar dalam bentrokan tersebut.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Spanyol mengumumkan pada Jumat (31/7) bahwa sedikitnya 18 orang tewas dalam insiden tersebut. Sebelumnya dilaporkan bahwa sembilan jenazah ditemukan terkait penyerbuan tersebut.

Salah satu migran ilegal menuturkan bahwa dirinya terjebak dalam insiden desak-desakan saat berupaya menyeberangi perbatasan ke Ceuta. Dia menjelaskan bahwa orang-orang saling mendorong dan saling menginjak di sepanjang jalan pesisir yang sempit.

"Saya takut kehilangan nyawa saya," ucap migran yang menolak disebut namanya tersebut.

Para migran ilegal dari Maroko nekat berenang untuk menyeberangi perbatasan Cuta, kota otonom Spanyo; di Afrika Utara Foto: REUTERS/Fabian Bimmer




(nvc/ita)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork