Ratusan Migran Ilegal Kembali Coba Terobos Wilayah Ceuta Spanyol

Ratusan Migran Ilegal Kembali Coba Terobos Wilayah Ceuta Spanyol

Haris Fadhil - detikNews
Minggu, 16 Agu 2026 16:14 WIB
Foto: Para migran antre untuk mendapat makanan dari LSM di Ceuta (REUTERS/Violeta Santos Moura)
Foto: Para migran antre untuk mendapat makanan dari LSM di Ceuta (REUTERS/Violeta Santos Moura)
Ceuta -

Ratusan migran ilegal kembali mencoba menerobos wilayah eksklave Spanyol di Afrika Utara, Ceuta. Otoritas Maroko dilaporkan ikut mencegat para migran ilegal yang coba masuk ke Ceuta.


Dilansir BBC, Minggu (16/8/2026), sumber keamanan Maroko yang dikutip media Spanyol dan kantor berita Reuters melaporkan lebih dari 100 orang dicegat saat mencoba menuju perbatasan di pinggiran kota Fnideq.

Peristiwa ini terjadi dua minggu setelah sekitar 78.000 migran tiba di wilayah eksklave tersebut melalui jalur laut dalam hitungan jam. Peristiwa itu menyebabkan 100 orang tewas..

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara, sebagian besar pendatang telah kembali ke Maroko. Pengamanan di wilayah tersebut kemudian diperketat pasca-lonjakan kedatangan migran ilegal dan adanya indikasi mengenai rencana upaya penyeberangan massal kedua pada akhir pekan ini yang beredar di media sosial.

Sumber keamanan menyebutkan 111 orang telah ditahan di dalam atau di sekitar Fnideq, yang dalam bahasa Spanyol dikenal sebagai Castillejos, yang berjarak sekitar 3 km dari perbatasan. Sebagian besar dari mereka berasal dari wilayah Afrika sub-Sahara.

Polisi Maroko, termasuk petugas dengan perlengkapan antihuru-hara, dilaporkan menggunakan gas air mata untuk membubarkan kelompok migran yang berkumpul di perbukitan sekitar. Awal pekan ini, pemerintah Maroko menyatakan sedang memantau 'peredaran unggahan media sosial dan pesan dari sumber tak dikenal' yang menyerukan penyeberangan massal pada Sabtu (15/8) serta memperingatkan bahwa mereka akan menindak secara hukum para penyelenggara maupun pesertanya.

Pengamanan di pintu masuk pemecah gelombang (breakwater) telah 10 kali lebih ketat dibandingkan hari sebelumnya. Maroko juga mengerahkan personel angkatan darat, kapal cepat angkatan laut, dan pesawat nirawak (drone) ke perbatasan mereka.

Sementara itu, Madrid mengerahkan lebih dari 1.500 petugas keamanan untuk berpatroli di wilayah tersebut. Spanyol juga telah memasang pagar logam dan penghalang terapung menyusul lonjakan kedatangan migran bulan lalu.

Situasi sempat mereda setelah krisis ini mencuat pada akhir Juli, namun hal itu telah memicu ketegangan di antara negara-negara Uni Eropa yang menerapkan kebijakan perbatasan terbuka, serta menimbulkan kritik terhadap pemerintah Spanyol. Italia menangguhkan penerapan aturan pergerakan bebas Schengen dengan Spanyol dan memberlakukan pemeriksaan perbatasan bagi pendatang dari Spanyol.

Langkah Italia ini didukung oleh Finlandia dan Denmark, sementara Republik Ceko menyerukan penangguhan sementara keanggotaan Spanyol. Spanyol marah dengan sikap beberapa negara Eropa itu.

Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez menegaskan Ceuta bukan bagian dari wilayah Schengen. Dia menegaskan para migran ilegal tersebut tidak masuk ke daratan utama Spanyol dan tidak dapat bepergian ke negara Eropa lainnya.

Lihat juga Video: LSM Pembantu Imigran Moroko di Spanyol Kehabisan Stok Makanan

Halaman 2 dari 2
(haf/knv)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini