×
Ad

5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini

Rita Uli Hutapea - detikNews
Senin, 20 Jul 2026 17:21 WIB
Selat Hormuz (Foto: AFP)
Jakarta -

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengatakan bahwa dua kapal tanker minyak meledak pada Senin (20/7) dini hari waktu setempat, saat mencoba melintasi "jalur pelayaran yang tidak aman" di bagian selatan Selat Hormuz. IRGC menyebut kedua kapal tanker itu kini lumpuh dan tidak bisa melanjutkan pelayaran.

IRGC dalam pernyataannya, seperti dilansir Anadolu Agency dan Reuters, Senin (20/7/2026), mengklaim bahwa kapal-kapal tersebut berupaya menggunakan rute tidak aman di bawah "tekanan dan paksaan" militer Amerika Serikat (AS).

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Senin (20/7/2026):

- Tegang! Lebih dari 400 Drone Ukraina Diluncurkan ke Moskow

Tegang! Lebih dari 400 drone Ukraina menargetkan wilayah Moskow, ibu kota Rusia dalam semalam. Menurut Wali Kota Moskow, Sergei Sobyanin, sebagian besar UAV atau drone-drone yang diluncurkan mulai hari Minggu (19/7) malam hingga Senin (20/7) subuh waktu setempat itu, berhasil dicegat.

"Dari pukul 20.30 (1730 GMT) hingga 05.00, lebih dari 400 drone musuh terbang ke arah wilayah Moskow. Sebagian besar dilumpuhkan oleh pasukan pertahanan udara pada jarak yang jauh. 85 UAV dihancurkan saat mendekati Moskow," tulis Sobyanin di platform MAX yang didukung pemerintah Rusia, seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (20/7/2026).

- Iran Wanti-wanti AS: Anda Tak Bisa Mengancam Kami, Ini Bukan Venezuela!

Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi menepis klaim Amerika Serikat yang menyebut Teheran dapat dipaksa untuk tunduk melalui tekanan militer. Araghchi menegaskan bahwa Iran bukan Venezuela, dan situasi kedua negara sangat berbeda.

Dalam wawancara dengan kantor berita Mehr News Agency, seperti dilansir NDTV dan The Times of India, Senin (20/7/2026), Araghchi membandingkan situasi di Iran dengan situasi di Venezuela, di mana AS memaksakan pergantian rezim melalui penangkapan Presiden Nicolas Maduro dalam operasi militer pada Januari lalu.

Araghchi menegaskan bahwa Teheran tidak memiliki sistem kekuasaan tunggal, sehingga langkah menyingkirkan satu pemimpin tidak akan memicu keruntuhan Republik Islam tersebut.

- Serangan AS Tewaskan 50 Orang di Iran, 517 Luka-luka

Korban tewas akibat gelombang serangan udara Amerika Serikat (AS) yang menghujani berbagai target Iran, sejak akhir Juni lalu, kembali bertambah. Otoritas Teheran melaporkan lebih dari 50 orang tewas akibat rentetan serangan Washington tersebut.




(ita/ita)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork