Anggota Garda Revolusi Iran Tewas dalam Serangan Terbaru AS

Anggota Garda Revolusi Iran Tewas dalam Serangan Terbaru AS

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 08 Jul 2026 16:10 WIB
Ilustrasi -- Pasukan Garda Revolusi Iran (dok. AFP)
Ilustrasi -- Pasukan Garda Revolusi Iran (dok. AFP)
Teheran -

Serangan terbaru Amerika Serikat (AS) yang menghantam wilayah Iran bagian barat daya, pada Rabu (8/7) dini hari, dilaporkan menewaskan seorang anggota Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).

Informasi tersebut, seperti dilansir AFP, Rabu (8/7/2026), disampaikan oleh kantor berita resmi Iran, IRNA, yang mengutip pernyataan terbaru IRGC. Sejauh ini belum ada data resmi dari otoritas Teheran mengenai korban jiwa atau kerusakan akibat serangan terbaru AS.

Menurut laporan kantor berita IRNA, seorang anggota IRGC gugur akibat serangan drone di Mahshahr, kota pelabuhan Iran yang terletak tak jauh dari perbatasan Irak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Seorang anggota Garda, Mohammad Reza Khazini, terkena serpihan dan gugur sebagai syahid saat mengkonfrontasi drone musuh," demikian pernyataan IRGC seperti dikutip IRNA.

Komando Pusat AS atau CENTCOM, yang mengawasi operasional militer AS di Timur Tengah, mengumumkan pada Selasa (7/7) malam bahwa pasukannya telah melancarkan serangan ofensif terhadap lebih dari 80 target terkait Iran, sebagai "respons langsung untuk serangan terbaru Iran terhadap kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz".

Target-target tersebut, menurut CENTCOM, mencakup sistem pertahanan udara Iran, jaringan komando dan kendali, lokasi radar pesisir, kemampuan rudal anti-kapal, serta lebih dari 60 kapal kecil milik IRGC baik yang ada di dalam maupun di sekitar Selat Hormuz.

Washington juga mencabut izin penjualan minyak Teheran, setelah tiga kapal tanker, termasuk kapal milik Qatar dan Arab Saudi, dihantam serangan di Selat Hormuz, yang diyakini didalangi oleh Iran.

CENTCOM menilai serangan-serangan Teheran tersebut "tidak dapat dibenarkan, berbahaya, dan merupakan pelanggaran nyata terhadap gencatan senjata".

IRGC membalas dengan menyerang fasilitas militer AS yang ada di Bahrain dan Kuwait.

IRGC mengklaim bahwa "Angkatan Laut dan Angkatan Udara IRGC melakukan operasi gabungan rudal dan drone, menyerang 85 fasilitas militer utama AS" di kedua negara itu dan "menembak jatuh sebuah drone MQ-9".

Dilansir Al Jazeera, IRGC mengklaim serangannya menghantam pangkalan Armada Kelima AS di Bahrain dan Pangkalan Udara Ali Al-Salem di Kuwait.

Saksikan Live DetikSore:

Lihat juga Video: Iran Ancam Serangan Balasan Seusai AS Gempur Selat Hormuz Lagi

Halaman 2 dari 2
(nvc/ita)


Berita Terkait