Dokter Meninggal Setahun Lalu tapi Klinik di Semarang Masih Layani Pasien

Dokter Meninggal Setahun Lalu tapi Klinik di Semarang Masih Layani Pasien

Arina Zulfa Ul Haq - detikNews
Jumat, 25 Sep 2026 14:15 WIB
Lokasi praktik yang mengatasnamakan dr Agus Sukamto SpKK di Jalan Kaligarang, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang, Kamis (24/9/2026).
Lokasi praktik yang mengatasnamakan dr Agus Sukamto SpKK di Jalan Kaligarang, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang, Kamis (24/9/2026). (Arina Zulfa Ul Haq/detikJateng)
Semarang -

Viral seorang dokter spesialis kulit dan kelamin (SpKK) di Semarang sudah meninggal tahun lalu, tapi kliniknya masih melayani pasien atas nama dokter itu. Pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang turun tangan.

Dilansir detikJateng, kabar itu viral setelah diunggah akun X Kang Bahar. Unggahan itu menampilkan berita lelayu seorang dokter SpKK yang merupakan seorang alumni PPDS FK Undip angkatan 1986.

"Ada modus baru. Seorang dokter kulit senior ternyata sudah meninggal, tapi pasien-pasiennya nggak tahu. Banyak pasien yang masih datang buat periksa dan ketemu asistennya," tulis akun tersebut, dikutip pada Kamis (24/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Terus asistennya bilang. "Dokternya masih sakit. Saya fotokan kondisi kulitnya, nanti saya kirim ke dokternya. Nanti lbu/Bapak dapat obatnya ya. Bayarnya ke saya." Ternyata almarhum dr Agus Sukamto, SpKK, senior kami semua, sudah berpulang pada Juni 2025," sambungnya.

ADVERTISEMENT

Kondisi Klinik dr Agus Sukamto SpKK

Pantauan detikJateng di klinik dr Agus Sukamto SpKK di Jalan Kaligarang Raya, Barusari, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang, masih terdapat tulisan 'Praktek Dokter'.

Terdapat pula stiker di depan pintu masuk apotek yang bertulisan 'dr Agus Sukamto SpKK Praktek Pagi: 08.00-09.00 Sore: 16.00-19.00'. Di sampingnya terlihat tulisan 'Apotek Besen Kaligarang'.

Saat detikJateng masuk ke dalam, apotek itu tampak sepi dan tidak ada obat-obatan yang terpampang di etalase. Etalasenya sudah kosong dan terlihat sedang dibersihkan.

Dinkes Semarang Turun Tangan

Dinkes Kota Semarang buka suara terkait klinik yang viral itu. Dinkes Kota Semarang kini melakukan verifikasi lapangan.

"Untuk pemberitaan mengenai fasilitas di Semarang yang disebut masih menerima pasien meskipun dokter yang tercantum telah meninggal, Dinkes Kota Semarang sedang melakukan verifikasi lapangan," kata Kepala Dinkes Kota Semarang, Abdul Hakam, melalui pesan singkat kepada detikJateng, Jumat (25/9/2026).

Hakam menjelaskan bahwa secara regulasi, pemerintah daerah Kota Semarang punya kewenangan untuk menerbitkan surat izin praktik tenaga medis.

"Yang kami pastikan bukan hanya status izin, tetapi juga apakah masih ada pelayanan yang berjalan. Siapa yang memberikan pelayanan, tentang bagaimana status tenaga medis yang memberikan pelayanan, serta apakah ada penggunaan nama atau identitas dokter yang sudah meninggal dalam pelayanan," urainya.

Ia menekankan, Dinkes Kota Semarang belum menyimpulkan adanya pelanggaran dalam kasus tersebut. Pemeriksaan masih dilakukan untuk memastikan fakta dan dokumen yang berkaitan dengan pelayanan.

"Dinkes Kota Semarang sudah menindaklanjuti informasi tersebut dan sedang melakukan pemeriksaan untuk memastikan aspek legalitas, pelayanan, dan keselamatan pasien," ujarnya.

Baca selengkapnya di sini dan di sini

Simak juga Video 'Wanti-wanti Terkait Pemanfaatan Teknologi Sel Punca':

Halaman 2 dari 2
(idh/dhn)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini