Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan ia "kaget" dengan begitu banyaknya orang yang hadir di pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. Dia mengira mendiang pemimpin revolusi Islam tersebut sangat tidak populer.
"Saya terkejut. Saya pikir orang-orang membencinya," kata Trump kepada media Axios, dilansir Times Now World, Senin (6/7/2026). Dia kemudian menambahkan, "Mungkin itu air mata palsu," ujarnya mengenai para pelayat yang terlihat menangis selama upacara pemakaman.
Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Senin (6/7/2026):
- Iran Akan Pasang Tarif Selat Hormuz, Negara Sahabat Dapat Perlakuan Khusus
Duta Besar (Dubes) Iran untuk China menegaskan bahwa tarif baru akan dikenakan kepada kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz, sebuah gagasan yang ditolak keras oleh Washington. Namun, dia memastikan bahwa negara-negara "sahabat" akan menerima perlakuan khusus.
Sesuai kesepakatan awal yang dicapai antara Iran dan Amerika Serikat untuk mengakhiri perang mereka, kapal-kapal komersial akan melintasi selat tersebut secara gratis selama 60 hari. Namun, masih belum jelas apa yang akan berlaku setelah periode tersebut.
Dubes Iran untuk China, Abdolreza Rahmani Fazli mengatakan bahwa negaranya sedang bekerja sama dan berkolaborasi dengan Oman mengenai pengaturan baru untuk jalur air vital tersebut.
- China Berhasil Uji Coba Rudal dari Kapal Selam Nuklir
Militer China melakukan uji coba peluncuran rudal strategis dari kapal selam bertenaga nuklir. Beijing mengklaim uji coba yang digelar di perairan Pasifik itu berlangsung sukses.
Laporan kantor berita China, Xinhua, seperti dilansir Reuters dan The Japan Times, Senin (6/7/2026), menyebut bahwa uji coba itu melibatkan rudal yang dilengkapi hulu ledak tiruan yang diluncurkan dan mendarat di Samudra Pasifik.
Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat (PLA), nama resmi militer China, mengumumkan bahwa pada Senin (6/7) siang, salah satu kapal selam strategis mereka "secara sukses" meluncurkan rudal strategis yang membawa hulu ledak tiruan ke wilayah laut lepas yang relevan di Samudra Pasifik.
- Ngeri Gelombang Panas di AS Tewaskan 25 Orang
Sedikitnya 25 orang tewas akibat gelombang panas yang menyelimuti wilayah Amerika Serikat (AS) selama sepekan terakhir. Sekitar 40 juta orang berada dalam status peringatan suhu panas ekstrem di wilayah pantai timur, tenggara, dan barat daya AS.
(ita/ita)