Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu membantah laporan yang menyebut Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membatasi operasi militer Israel di Lebanon, yang selama ini diklaim menargetkan kelompok Hizbullah yang didukung Iran.
Netanyahu, seperti dilansir Anadolu Agency, Senin (6/7/2026), menegaskan bahwa laporan tersebut hanyalah "dongeng" dan "berita palsu".
"Saya mendengar kabar di media yang menyebutkan bahwa Presiden Trump meminta agar tidak ada tindakan terhadap terowongan teror di Lebanon. Itu hanyalah dongeng, berita palsu," kata Netanyahu saat berbicara dalam rapat mingguan kabinet pada Minggu (5/7) waktu setempat.
"Dia (Trump) tidak mengatakan apa pun kepada saya mengenai hal tersebut, dan saya tidak memintanya. Kita bertindak berdasarkan pertimbangan kita sendiri," tegas PM Israel tersebut.
Penegasan Netanyahu ini membantah laporan lembaga penyiaran publik Israel, KAN, pada akhir bulan lalu.
Laporan KAN menyebut bahwa Israel telah memberikan data intelijen terperinci kepada para pejabat AS mengenai dugaan terowongan Hizbullah di area Dataran Tinggi Ali al-Taher, yang ada di Lebanon bagian selatan, sebagai upaya untuk mendapatkan persetujuan Washington bagi operasi militer di wilayah tersebut.
(nvc/ita)