Negosiator Amerika Serikat dan Iran telah mencapai "kemajuan positif" selama pembicaraan tidak langsung di Doha, Qatar. Putaran selanjutnya diperkirakan akan berlangsung setelah pemakaman mendiang pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed Al Ansari mengaitkan "kemajuan" tersebut dengan hasil pembicaraan yang diadakan bulan lalu di Swiss tentang cara implementasi Nota Kesepahaman (MoU).
Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Kamis (2/7/2026):
- Jerman Tuduh Ukraina Dalangi Ledakan Pipa Gas Nord Stream
Jaksa-jaksa Jerman menuduh otoritas negara Ukraina berada di balik ledakan pipa gas Nord Stream pada tahun 2022, yang menghubungkan Rusia dengan Eropa. Sebuah langkah yang mempersulit hubungan dekat antara Ukraina dan pendukung militer utamanya, Jerman.
Serangan bahan peledak di Laut Baltik saat itu menghancurkan tiga dari empat pipa dasar laut dari jalur energi utama ke Jerman, dan melepaskan sejumlah besar metana ke atmosfer.
Dilansir kantor berita AFP, Kamis (2/7/2026), dalam pernyataan yang merinci dakwaan yang diajukan terhadap salah satu tersangka, jaksa Jerman mengatakan bahwa ia dan para anggota militer Ukraina lainnya telah bertindak "atas perintah otoritas negara di Ukraina".
- Serangan Rudal-Drone Rusia Hantam Ibu Kota Ukraina, 13 Orang Tewas
Rentetan serangan rudal dan drone Rusia menewaskan sedikitnya 13 orang di ibu kota Ukraina, Kyiv. Otoritas Ukraina pun mendesak sekutunya untuk mengirimkan lebih banyak sistem pertahanan udara.
"Hingga saat ini, 13 kematian telah tercatat," tulis Wali Kota Kyiv, Vitali Klitschko di media sosial, dilansir kantor berita AFP, Kamis (2/7/2026). Sebanyak 86 orang lainnya terluka.
Serangan rudal dan drone Rusia tersebut menghancurkan gedung-gedung apartemen di Kyiv. Serangan ini terjadi beberapa jam setelah Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan bahwa Moskow sedang mempersiapkan "serangan besar-besaran".
- Iran Bersumpah Balas Kematian Ayatollah Khamenei di Waktu yang Tepat!
Badan keamanan tertinggi Iran mengingatkan bahwa mereka yang bertanggung jawab atas kematian mantan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei akan menghadapi pembalasan "pada waktu yang tepat". Hal ini disampaikan seiring negara tersebut bersiap menggelar pemakaman megah untuk Khamenei.
(ita/ita)