Korban Tewas Serangan Rudal Rusia ke Ukraina Bertambah Jadi 27 Orang

Korban Tewas Serangan Rudal Rusia ke Ukraina Bertambah Jadi 27 Orang

Yulida Medistiara - detikNews
Jumat, 03 Jul 2026 08:12 WIB
Ukraines President Volodymyr Zelenskiy visits the Dormition Cathedral of the Kyiv Pechersk Lavra, which was hit during Russian missile and drone strikes, amid Russias attack on Ukraine, in Kyiv, Ukraine June 15, 2026. Ukrainian Presidential Press S
Foto: Zelenskiy saat mengecek dampak serangan Rusia di Kyiv pada 16 Juni (via REUTERS/Ukrainian Presidential Press Ser)
Jakarta -

Korban tewas akibat serangan rudal dan drone dari Rusia ke Ukraina bertambah menjadi 27 orang. Ukraina memastikan pihaknya akan membalas serangan Rusia tersebut yang menghancurkan sejumlah gedung apartemen.

Dilansir AFP, Jumat (3/7/2026), ledakan mulai bergema pada Rabu malam yang berlangsung hingga Kamis dini hari ketika rudal dan drone Rusia menghujani daerah pemukiman di pusat kota Kyiv. Walikota Kyiv, Vitali Klitschko, menggambarkannya sebagai "serangan paling besar musuh terhadap ibu kota".

Kepala administrasi militer kota, Tymur Tkachenko, mengatakan 27 orang tewas dan 91 terluka.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, mengatakan pasukannya "pasti" akan membalas serangan semalam. Hal itu disampaikan Zelensky saat ia memeriksa sebuah blok apartemen yang sebagian hancur.

ADVERTISEMENT

Diplomat tertinggi Uni Eropa mengusulkan sanksi baru terhadap Moskow. Sementara Zelensky mendesak Amerika Serikat untuk mendapatkan lisensi untuk memproduksi rudal pertahanan udara Patriot.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengutuk serangan Rusia dan mengulangi seruan gencatan senjata.

"Serangan terhadap warga sipil dan infrastruktur sipil di mana pun terjadi merupakan pelanggaran nyata terhadap hukum humaniter internasional dan harus segera dihentikan," kata Juru Bicara Sekjen PBB, Stephane Dujarric.

Namun Rusia bersumpah untuk meningkatkan "tekanan" lebih lanjut terhadap Kyiv, tetap berpegang pada retorika tanpa kompromi.

Sebelumnya, rentetan serangan rudal dan drone Rusia menewaskan sedikitnya 13 orang di ibu kota Ukraina, Kyiv. Otoritas Ukraina pun mendesak sekutunya untuk mengirimkan lebih banyak sistem pertahanan udara.

"Hingga saat ini, 13 kematian telah tercatat," tulis Wali Kota Kyiv, Vitali Klitschko di media sosial, dilansir kantor berita AFP, Kamis (2/7/2026). Sebanyak 86 orang lainnya terluka.

Serangan rudal dan drone Rusia tersebut menghancurkan gedung-gedung apartemen di Kyiv. Serangan ini terjadi beberapa jam setelah Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan bahwa Moskow sedang mempersiapkan "serangan besar-besaran".

Rusia secara rutin meluncurkan rudal dan drone ke kota-kota Ukraina, termasuk Kyiv, selama invasi lebih dari empat tahunnya. Perang ini telah menjadi konflik paling mematikan di Eropa sejak Perang Dunia II.

Lihat Video 'Rusia Hujani Ibukota Ukraina dengan Rudal dan Drone, 8 Orang Tewas-30 Terluka':

(yld/whn)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini