Menteri Kesehatan Kenya memerintahkan penghentian pembangunan pusat karantina Ebola untuk warga Amerika Serikat. Ini dilakukan setelah ia dinyatakan bersalah karena menghina pengadilan yang telah memerintahkan penghentian proyek tersebut.
Sebelumnya, para pejabat pemerintahan Presiden Donald Trump mengatakan bahwa AS tak akan menerbangkan pulang warganya yang terpapar penyakit Ebola saat berada di luar negeri. Mereka akan ditempatkan di fasilitas baru di Kenya.
Namun pada bulan Mei lalu, pengadilan tinggi Kenya telah memerintahkan penghentian pembangunan fasilitas tersebut sambil menunggu keputusan atas kasus yang diajukan oleh Asosiasi Pengacara Kenya dan lembaga pengawas konstitusi, Institut Katiba, yang berpendapat bahwa sistem kesehatan Kenya yang rapuh tidak akan mampu menangani potensi wabah Ebola.
Baca juga: Bagaimana Ebola Berdampak pada Piala Dunia? |
Namun, atas perintah Menteri Kesehatan Kenya, Aden Duale, pembangunan fasilitas itu terus berlanjut meskipun ada perintah pengadilan untuk menyetopnya. Buntutnya, warga setempat mengadakan serangkaian aksi-aksi protes yang mengakibatkan tiga orang meninggal.
Dilansir Al Arabiya, Rabu (24/6/2026), pada hari Senin (22/6) lalu, Duale dinyatakan bersalah karena menghina pengadilan dan diperintahkan untuk menghadiri sidang putusan pada hari Selasa (23/6) waktu setempat. Dalam sidang tersebut, Duale meminta maaf dan mengatakan bahwa ia tidak pernah berniat untuk "mengabaikan, merusak, atau bertindak menentang perintah pengadilan."
Pengadilan pun menerima permintaan maafnya dan tidak mengambil tindakan lebih lanjut terhadap menteri tersebut.
(ita/ita)