Menteri Luar Negeri (Menlu) Israel Gideon Saar mengumumkan bahwa dirinya memutuskan semua kontak dengan pejabat penting Uni Eropa, Kaja Kallas. Saar menjelaskan keputusannya itu berkaitan dengan pernyataan Kallas yang membandingkan Israel dengan Afrika Selatan era apartheid.
Ketegangan diplomatik antara Israel dan Uni Eropa telah semakin meningkat sejak perang Gaza berkecamuk pada Oktober 2023, dengan rentetan tindak kekerasan oleh para pemukim Israel terhadap warga Palestina di Tepi Barat menjadi poin perselisihan lainnya.
Saar, seperti dilansir AFP, Jumat (19/6/2026), menuduh Kallas, yang menjabat sebagai kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, telah "bertindak secara obsesif dan dengan ketidakadilan secara terang-terangan" terhadap Israel.
"Baru-baru ini, dipublikasikan bahwa selama kunjungan ke Meksiko, dia membandingkan Israel dengan rezim apartheid rasis yang pernah ada di Afrika Selatan," kata Saar dalam pernyataan via media sosial X pada Kamis (18/6) waktu setempat.
"Namun, hingga saat ini, belum ada bantahan, klarifikasi, atau tanggapan yang dikeluarkan olehnya mengenai pernyataan keras ini," ucapnya.
"Oleh karena itu, sebagai Menteri Luar Negeri negara Israel, saya tidak mempunyai pilihan selain memutuskan semua kontak dengan Ibu Kallas sampai dia mencabut fitnah keji yang dia tujukan kepada satu-satunya negara Yahudi di dunia, yang juga merupakan satu-satunya negara demokrasi di Timur Tengah," tegas Saar dalam pernyataannya.
Menurut laporan media Eropa, Euractiv, Kallas menyampaikan pernyataan yang diprotes Israel itu dalam pertemuan tertutup dengan para pejabat pemerintah Meksiko selama kunjungannya bulan lalu.
(nvc/ita)