Heboh Ribut-ribut Menlu Israel dan Pejabat Uni Eropa, Ada Apa?

Heboh Ribut-ribut Menlu Israel dan Pejabat Uni Eropa, Ada Apa?

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 19 Jun 2026 12:45 WIB
Menlu Israel Gideon Saar (dok. Reuters)
Menlu Israel Gideon Saar (dok. Reuters)
Tel Aviv -

Menteri Luar Negeri (Menlu) Israel Gideon Saar mengumumkan bahwa dirinya memutuskan semua kontak dengan pejabat penting Uni Eropa, Kaja Kallas. Saar menjelaskan keputusannya itu berkaitan dengan pernyataan Kallas yang membandingkan Israel dengan Afrika Selatan era apartheid.

Ketegangan diplomatik antara Israel dan Uni Eropa telah semakin meningkat sejak perang Gaza berkecamuk pada Oktober 2023, dengan rentetan tindak kekerasan oleh para pemukim Israel terhadap warga Palestina di Tepi Barat menjadi poin perselisihan lainnya.

Saar, seperti dilansir AFP, Jumat (19/6/2026), menuduh Kallas, yang menjabat sebagai kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, telah "bertindak secara obsesif dan dengan ketidakadilan secara terang-terangan" terhadap Israel.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Baru-baru ini, dipublikasikan bahwa selama kunjungan ke Meksiko, dia membandingkan Israel dengan rezim apartheid rasis yang pernah ada di Afrika Selatan," kata Saar dalam pernyataan via media sosial X pada Kamis (18/6) waktu setempat.

"Namun, hingga saat ini, belum ada bantahan, klarifikasi, atau tanggapan yang dikeluarkan olehnya mengenai pernyataan keras ini," ucapnya.

"Oleh karena itu, sebagai Menteri Luar Negeri negara Israel, saya tidak mempunyai pilihan selain memutuskan semua kontak dengan Ibu Kallas sampai dia mencabut fitnah keji yang dia tujukan kepada satu-satunya negara Yahudi di dunia, yang juga merupakan satu-satunya negara demokrasi di Timur Tengah," tegas Saar dalam pernyataannya.

Menurut laporan media Eropa, Euractiv, Kallas menyampaikan pernyataan yang diprotes Israel itu dalam pertemuan tertutup dengan para pejabat pemerintah Meksiko selama kunjungannya bulan lalu.

Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Kaja KallasKepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Kaja Kallas Foto: dok. AFP/RAIGO PAJULA

Kallas telah menanggapi kritikan Saar pada Kamis (18/6), tetapi menolak untuk membahas pernyataan yang diduga bernuansa "apartheid" tersebut.

"Saya menghargai dialog dan keterlibatan kita, dan saya terbuka untuk melanjutkannya dengan semangat itu, secara hormat dan konstruktif," tulis diplomat top Uni Eropa itu dalam pernyataan tanggapan via media sosial X.

"UE selalu berkomitmen pada hubungan yang konstruktif dengan Israel. Untuk membawa perdamaian ke Timur Tengah, Solusi Dua Negara tetap menjadi satu-satunya jalan yang layak," tambahnya.

"UE telah mengutuk permukiman ilegal Israel di Tepi Barat, yang semakin mempersulit pencapaian tujuan tersebut. Itulah posisi Uni Eropa," tegas Kallas.

Saar, dalam pernyataan lanjutan, menegaskan bahwa keputusannya "tidak akan berubah" hingga Kallas mengklarifikasi apakah dia benar-benar melontarkan pernyataan tentang "apartheid" tersebut.

"Masalahnya sederhana: Jika Anda memang menyampaikan pernyataan keji dan memfitnah ini, bertanggung jawablah atas pernyataan tersebut. Jika Anda tidak menyampaikannya, bantahlah," kata Saar dalam postingan terbaru via media sosial X.

Simak juga Video: Menlu Israel di Sidang Dewan Keamanan: Simpel, Gak Ada Negara Palestina

Halaman 2 dari 2
(nvc/ita)


Berita Terkait