5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini

5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 11 Jun 2026 18:15 WIB
Presiden AS Donald Trump (dok. REUTERS/Evelyn Hockstein)
Presiden AS Donald Trump (dok. REUTERS/Evelyn Hockstein)
Jakarta -

Militer Amerika Serikat (AS) melancarkan gelombang serangan terbaru terhadap sejumlah target di wilayah Iran pada Kamis (11/6) dini hari. Iran mengklaim telah menyerang sedikitnya 18 target militer utama AS di kawasan Timur Tengah, dalam pembalasan terhadap gelombang serangan terbaru Washington.

AS mengklaim serangannya itu sebagai "serangan pertahanan diri" terhadap "agresi Iran yang tidak beralasan".

Sementara itu, Teheran mengumumkan pasukannya telah menggempur pangkalan-pangkalan militer AS di Bahrain, Kuwait, dan Yordania.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Kamis (11/6/2026):

- AS Gempur Situs Pertahanan Udara Iran, Klaim Serangan Pertahanan Diri

Militer Amerika Serikat (AS) mengumumkan pasukannya telah "menyelesaikan" gelombang serangan terbaru terhadap sejumlah target di wilayah Iran pada Kamis (11/6) dini hari waktu setempat. AS mengklaim serangannya itu sebagai "serangan pertahanan diri" terhadap "agresi Iran yang tidak beralasan".

Komando Pusat AS atau CENTCOM, yang mengawasi operasi militer AS di Timur Tengah, seperti dilansir AFP dan Anadolu Agency, Kamis (11/6/2026), mengatakan bahwa serangan-serangannya menargetkan "kemampuan pengintaian militer Iran, sistem komunikasi, dan situs pertahanan udara di seluruh Iran".

"Aset-aset Korps Marinir, Angkatan Udara, dan Angkatan Laut AS menembakkan sejumlah amunisi presisi ke target-target Iran yang menimbulkan ancaman bagi pasukan AS dan kapal-kapal komersial yang melintasi perairan regional," kata CENTCOM dalam pernyataan via media sosial X.

- Iran Bantah Trump Soal Minta Serangan Disetop: Dalih untuk Hindari Perang!

Iran membantah keras klaim Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump soal sejumlah pejabat Teheran menghubungi dirinya untuk meminta serangan dihentikan. Otoritas Iran menyebut klaim Trump itu "palsu" dan merupakan "dalih untuk menghindari perang".

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), seperti dilansir Press TV dan Anadolu Agency, Kamis (11/6/2026), dengan tegas membantah klaim Trump tersebut.

Dalam sebuah pernyataan pada Kamis (11/6) pagi, kantor humas IRGC menyebut klaim Presiden AS itu merupakan "dalih untuk menghindari perang".

- Iran Klaim Serang 18 Target Militer AS di Timur Tengah

Iran mengklaim telah menyerang sedikitnya 18 target militer utama Amerika Serikat (AS) di kawasan Timur Tengah, dalam pembalasan terhadap gelombang serangan terbaru Washington. Teheran mengumumkan pasukannya telah menggempur pangkalan-pangkalan militer AS di Bahrain, Kuwait, dan Yordania.

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) dan Angkatan Bersenjata Iran, seperti dilansir Press TV dan Anadolu Agency, Kamis (11/6/2026), mengumumkan serangkaian operasi militer pembalasan terkoordinasi yang menargetkan instalasi militer AS di kawasan Timur Tengah.

Dalam pernyataan gabungan pada Kamis (11/6) pagi, IRGC dan militer Iran menggambarkan operasi pembalasan itu merespons agresi terbaru AS yang menargetkan berbagai wilayah di Iran bagian selatan.

- Trump Tuduh Iran Permainkan AS, Ancam Serangan Lebih Keras

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan AS akan melancarkan serangan-serangan baru yang lebih keras terhadap Iran. Trump menuduh para negosiator Teheran telah "mempermainkan kita", saat perundingan damai untuk mengakhiri konflik terhambat.

Pernyataan Trump ini, seperti dilansir AFP dan Al Arabiya, Kamis (11/6/2026), disampaikan setelah AS dan Iran kembali saling serang menyusul ditembak jatuhnya helikopter militer AS di atas Selat Hormuz, yang semakin mengancam gencatan senjata rapuh yang diberlakukan sejak awal April lalu.

Pasukan AS melancarkan gelombang serangan terhadap sejumlah target di wilayah Iran bagian selatan untuk merespons jatuhnya helikopter mereka. Teheran membalas dengan rentetan serangan terhadap pangkalan-pangkalan militer AS di kawasan Teluk, termasuk di Bahrain, Kuwait, dan Yordania.

- Trump Klaim AS Diam-diam Bantu 100 Juta Barel Minyak Lewati Selat Hormuz

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengklaim bahwa militer AS secara diam-diam telah membantu 100 juta barel minyak melewati Selat Hormuz, yang secara efektif diblokade oleh Iran imbas perang. Trump menyebut bahwa lebih dari 200 kapal komersial berhasil melewati jalur perairan strategis itu dengan aman.

Dalam pernyataan via media sosial Truth Social, seperti dilansir AFP dan Al Arabiya, Kamis (11/6/2026), Trump menyebutnya sebagai "misi rahasia" AS dalam mendukung kapal tanker dan kapal komersial untuk melintasi Selat Hormuz di tengah konflik.

"Bulan lalu, saya memerintahkan militer AS yang hebat untuk melaksanakan misi rahasia untuk mendukung kapal tanker minyak dan kapal komersial lainnya melintasi Selat Hormuz," kata Trump dalam postingannya.

Tonton juga video "Perang Iran Vs Amerika Serikat Kembali Pecah!"

Halaman 3 dari 2
(nvc/nvc)


Berita Terkait