AS Gempur Situs Pertahanan Udara Iran, Klaim Serangan Pertahanan Diri

AS Gempur Situs Pertahanan Udara Iran, Klaim Serangan Pertahanan Diri

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 11 Jun 2026 09:22 WIB
Sebuah jet tempur AS lepas landas dari kapal induk USS Abraham Lincoln untuk melancarkan serangan terhadap Iran (dok. via REUTERS/US Navy)
Sebuah jet tempur AS lepas landas dari kapal induk USS Abraham Lincoln untuk melancarkan serangan terhadap Iran (dok. via REUTERS/US Navy)
Washington DC -

Militer Amerika Serikat (AS) mengumumkan pasukannya telah "menyelesaikan" gelombang serangan terbaru terhadap sejumlah target di wilayah Iran pada Kamis (11/6) dini hari waktu setempat. AS mengklaim serangannya itu sebagai "serangan pertahanan diri" terhadap "agresi Iran yang tidak beralasan".

Komando Pusat AS atau CENTCOM, yang mengawasi operasi militer AS di Timur Tengah, seperti dilansir AFP dan Anadolu Agency, Kamis (11/6/2026), mengatakan bahwa serangan-serangannya menargetkan "kemampuan pengintaian militer Iran, sistem komunikasi, dan situs pertahanan udara di seluruh Iran".

"Aset-aset Korps Marinir, Angkatan Udara, dan Angkatan Laut AS menembakkan sejumlah amunisi presisi ke target-target Iran yang menimbulkan ancaman bagi pasukan AS dan kapal-kapal komersial yang melintasi perairan regional," kata CENTCOM dalam pernyataan via media sosial X.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

CENTCOM mengklaim rentetan serangannya terhadap Iran ini sebagai "serangan pertahanan diri" di tengah gencatan senjata rapuh yang diberlakukan sejak awal April lalu.

ADVERTISEMENT

"Serangan-serangan tersebut sebagai tanggapan terhadap agresi Iran yang tidak beralasan dan berkelanjutan. Pasukan AS tetap waspada, mematikan, dan siap," sebut CENTCOM dalam pernyataannya.

Serangan terbaru AS yang dilancarkan atas perintah Presiden Donald Trump ini, menyusul serangan serupa dalam beberapa hari terakhir untuk merespons ditembak jatuhnya sebuah helikopter Apache milik militer AS, oleh Iran, di atas Selat Hormuz.

Secara terpisah, laporan media-media lokal Iran menyebut rentetan ledakan dan serangan udara melanda wilayah selatan negara tersebut pada Kamis (11/6) dini hari waktu setempat. Televisi pemerintah Iran melaporkan bahwa lima "proyektil musuh" menghantam sebuah lokasi di area Kargan, kota Minab, Iran selatan.

Rentetan ledakan juga dilaporkan mengguncang area Bandar Abbas, dengan media-media lokal Iran melaporkan sejumlah ledakan dan aktivitas pertahanan udara terpantau di area Jask, Qeshm, dan Sirik di Provinsi Hormozgan.

Situasi di kawasan Timur Tengah semakin memanas beberapa hari terakhir, dengan AS dan Iran kembali terlibat aksi saling serang saat gencatan senjata masih diberlakukan. Kedua negara saling berbalas serangan dan saling menuduh adanya pelanggaran gencatan senjata.

Simak juga Video 'Geram Helikopternya Diserang, Trump Ancam Serangan Besar ke Iran':

Halaman 2 dari 2
(nvc/whn)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini