Iran Klaim Serang 18 Target Militer AS di Timur Tengah

Iran Klaim Serang 18 Target Militer AS di Timur Tengah

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 11 Jun 2026 12:30 WIB
Ilustrasi -- Rudal-rudal balistik buatan Iran dipamerkan di Teheran pada tahun 2023 lalu (dok. Irans Presidency/WANA (West Asia News Agency)/Handout via REUTERS/File Photo)
Ilustrasi -- Rudal-rudal balistik buatan Iran dipamerkan di Teheran pada tahun 2023 lalu (dok. Iran's Presidency/WANA (West Asia News Agency)/Handout via REUTERS/File Photo)
Teheran -

Iran mengklaim telah menyerang sedikitnya 18 target militer utama Amerika Serikat (AS) di kawasan Timur Tengah, dalam pembalasan terhadap gelombang serangan terbaru Washington. Teheran mengumumkan pasukannya telah menggempur pangkalan-pangkalan militer AS di Bahrain, Kuwait, dan Yordania.

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) dan Angkatan Bersenjata Iran, seperti dilansir Press TV dan Anadolu Agency, Kamis (11/6/2026), mengumumkan serangkaian operasi militer pembalasan terkoordinasi yang menargetkan instalasi militer AS di kawasan Timur Tengah.

Dalam pernyataan gabungan pada Kamis (11/6) pagi, IRGC dan militer Iran menggambarkan operasi pembalasan itu merespons agresi terbaru AS yang menargetkan berbagai wilayah di Iran bagian selatan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

IRGC mengatakan bahwa pasukan Angkatan Udara dan Angkatan Lautnya telah melancarkan pembalasan dalam dua gelombang serangan rudal secara terpisah. Target-target serangan itu mencakup pangkalan Ali Al Salem dan pangkalan Ahmad Al Jaber di Kuwait, serta pangkalan Sheikh Isa di Bahrain.

Diklaim oleh IRGC bahwa "sebanyak 18 target utama milik militer AS yang kriminal" telah dihantam dan dihancurkan di pangkalan-pangkalan yang ada di Kuwait dan Bahrain tersebut.

Militer Iran, secara terpisah, mengumumkan bahwa pasukannya telah menghantam markas besar Armada Kelima AS di Bahrain dengan serangan drone. Serangan militer Teheran ini diklaim menargetkan antena komunikasi dan sistem radar terkait pertahanan udara Patriot dan fasilitas komunikasi milik Armada Kelima AS.

"Sebagai respons atas pelanggaran gencatan senjata dan serangan di beberapa wilayah Iran selatan, militer Republik Islam Iran menggunakan berbagai drone bermuatan peledak untuk menyerang Armada Kelima AS," sebut militer Iran dalam pernyataannya.

Ditegaskan juga oleh militer Iran bahwa pasukannya siap sepenuhnya untuk menghadapi musuh "hingga napas terakhir" dan tidak akan mundur sampai musuh dihukum.

IRGC dalam pengumuman terpisah, seperti dikutip Tasnim News Agency dan dilansir AFP, mengatakan bahwa pasukannya juga menargetkan pusat komando militer AS di Yordania dengan gelombang serangan rudal balistik.

Disebutkan oleh IRGC bahwa "operasi hukuman terhadap agresor ini" menargetkan "Pangkalan Udara Al-Azraq dan pusat kendalinya, menggunakan 12 rudal balistik". IRGC mengklaim serangannya itu telah menghancurkan fasilitas tersebut dan "sejumlah besar pesawat tempur".

Serangan pembalasan Teheran ini dilancarkan setelah AS kembali menggempur sejumlah target di wilayah Iran bagian selatan pada Kamis (11/6) dini hari.

Komando Pusat AS atau CENTCOM, yang mengawasi operasi militer AS di Timur Tengah, mengumumkan bahwa serangannya menargetkan "kemampuan pengintaian militer Iran, sistem komunikasi, dan situs pertahanan udara di seluruh Iran".

CENTCOM menyebut serangan yang diperintahkan oleh Presiden AS Donald Trump itu merupakan "serangan pertahanan diri" terhadap "agresi Iran yang tidak beralasan dan berkelanjutan".

Halaman 2 dari 2
(nvc/idh)


Berita Terkait