Trump Tuduh Iran Permainkan AS, Ancam Serangan Lebih Keras

Trump Tuduh Iran Permainkan AS, Ancam Serangan Lebih Keras

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 11 Jun 2026 13:45 WIB
Presiden AS Donald Trump (dok. REUTERS/Kent Nishimura)
Presiden AS Donald Trump (dok. REUTERS/Kent Nishimura)
Washington DC -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan AS akan melancarkan serangan-serangan baru yang lebih keras terhadap Iran. Trump menuduh para negosiator Teheran telah "mempermainkan kita", saat perundingan damai untuk mengakhiri konflik terhambat.

Pernyataan Trump ini, seperti dilansir AFP dan Al Arabiya, Kamis (11/6/2026), disampaikan setelah AS dan Iran kembali saling serang menyusul ditembak jatuhnya helikopter militer AS di atas Selat Hormuz, yang semakin mengancam gencatan senjata rapuh yang diberlakukan sejak awal April lalu.

Pasukan AS melancarkan gelombang serangan terhadap sejumlah target di wilayah Iran bagian selatan untuk merespons jatuhnya helikopter mereka. Teheran membalas dengan rentetan serangan terhadap pangkalan-pangkalan militer AS di kawasan Teluk, termasuk di Bahrain, Kuwait, dan Yordania.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita akan menyerang mereka dengan sangat keras," tegas Trump saat berbicara kepada wartawan di Ruang Oval Gedung Putih pada Rabu (10/6) waktu AS.

"Kita menyerang mereka dengan keras kemarin, dan kita akan menyerang mereka lagi dengan keras hari ini, jika Anda melewatkannya, jika Anda tidak menyalakan televisi Anda," ucapnya.

"Dan kita akan melihat apa yang terjadi dengan kesepakatan itu. Kita hampir mencapai kesepakatan, tetapi mereka terus mengulur waktu, mereka terus mempermainkan kita," kata Presiden AS tersebut.

Lebih lanjut, Trump mengatakan bahwa Washington tetap terbuka untuk mencapai kesepakatan dengan Teheran. Tetapi dia menegaskan bahwa setiap kesepakatan harus substantif dan bisa ditegakkan.

"Kita menginginkan kesepakatan yang bermakna. Kita menginginkan kesepakatan yang berhasil," ujarnya.

Dalam pernyataannya, Trump juga sesumbar mengatakan bahwa dirinya dapat memerintahkan penargetan jembatan dan pembangkit listrik Iran -- langkah yang awalnya dia ancam akan dilakukan AS tepat sebelum gencatan senjata, namun tidak pernah dia laksanakan.

"Saya tidak akan mengatakan itu kepada Anda. Tetapi saya bisa melakukan itu," kata Trump, ketika ditanya oleh jurnalis AFP tentang laporan Fox News yang menyebut Presiden AS itu sedang mempertimbangkan rencana tersebut.

Trump Mulai Hilang Kesabaran Berunding dengan Iran

Trump tampaknya mulai hilang kesabaran dalam perundingan damai dengan Iran, setelah berminggu-minggu berulang kali mengatakan kedua pihak hampir mencapai kesepakatan.

Dalam postingan media sosial sebelumnya, Trump memperingatkan bahwa Iran harus "membayar harga" atas apa yang disebutnya sebagai penundaan kesepakatan atas konflik di Timur Tengah.

"Bully di Timur Tengah telah MATI!!! Mereka terlalu lama bernegosiasi untuk kesepakatan yang akan sangat menguntungkan mereka, sekarang mereka harus membayar harganya!!!" tulis Trump dalam pernyataan via Truth Social.

Komentar-komentar terbaru Trump ini menandai kontras besar dengan pernyataan sebelumnya pada Selasa (9/6) ketika dia menyebut negosiasi untuk penyelesaian yang langgeng dalam mengakhiri perang berada dalam "tahap akhir" dan bisa dituntaskan dalam waktu "dua atau tiga hari".

Simak juga Video 'Presiden Iran: AS-Israel Tak Mampu Paksa Iran Menyerah lewat Ancaman':

Halaman 2 dari 2
(nvc/idh)


Berita Terkait