Otoritas Iran menyatakan telah menghukum gantung seorang pria yang dihukum mati karena menjadi mata-mata Israel dan Amerika Serikat. Ini merupakan eksekusi mati terbaru dalam gelombang eksekusi selama perang Iran dengan kedua musuhnya tersebut.
"Erfan Shakourzadeh... digantung karena berkolaborasi dengan dinas intelijen AS dan dinas mata-mata Mossad," kata situs web Mizan Online milik lembaga peradilan Iran pada hari Senin (11/5), dilansir kantor berita AFP, Senin (11/5/2026).
Situs tersebut tidak menyebutkan kapan ia dieksekusi mati atau kapan ia ditangkap. Namun, disebutkan bahwa pria itu bekerja di salah satu "organisasi ilmiah Iran yang aktif di bidang satelit".
Iran telah lama menghadapi tuduhan Barat bahwa program satelitnya digunakan untuk meningkatkan kemampuan rudal balistik.
Mizan melaporkan bahwa Shakourzadeh telah "dengan sadar dan sukarela" memberikan informasi rahasia kepada CIA dan Mossad.
Menurut kelompok-kelompok hak asasi manusia, Iran adalah negara dengan jumlah eksekusi mati terbanyak kedua di dunia setelah China.
Kelompok HAM yang berbasis di Norwegia, Iran Human Rights, mengatakan bahwa republik Islam tersebut mengeksekusi setidaknya 1.500 orang tahun lalu, salah satu angka tertinggi di dunia.
(ita/ita)