Iran Eksekusi Mati 3 Warga Dituduh Terlibat Rencana Israel

Iran Eksekusi Mati 3 Warga Dituduh Terlibat Rencana Israel

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 04 Mei 2026 14:23 WIB
Ilustrasi (dok. Internet)
Ilustrasi (dok. Internet)
Teheran -

Otoritas Iran mengeksekusi mati tiga warganya yang dituduh terlibat dalam kerusuhan saat unjuk rasa marak di kota Mashhad pada awal tahun ini. Ketiganya juga diduga terlibat dalam rencana terkait Israel di wilayah Iran.

Tiga eksekusi mati itu, seperti dilansir Iran International, Senin (4/5/2026), dilaksanakan dalam waktu satu hari, yakni pada Senin (4/5) pagi waktu setempat.

Laporan media pemerintah Iran mengidentifikasi dua pria Iran yang dieksekusi mati sebagai Mehdi Rasouli dan Mohammadreza Miri. Keduanya disebut oleh media pemerintah Iran sebagai "elemen Mossad", yang terlibat dalam apa yang disebut otoritas Teheran sebagai "kudeta" pada Januari lalu.

Satu pria Iran lainnya yang dieksekusi mati diidentifikasi sebagai Ebrahim Dolatabadi, yang digambarkan sebagai "tokoh kunci" dalam kerusuhan di area Tabarsi.

Media pemerintah Iran menyebut Rasouli dan Miri memiliki "peran langsung" dalam pembunuhan seorang anggota pasukan keamanan Iran selama peristiwa tersebut. Sementara Dolatabadi dituduh memimpin kelompok-kelompok yang terlibat dalam bentrokan yang mengakibatkan kematian lebih lanjut.

Kelompok-kelompok HAM mengatakan bahwa Teheran telah mengeksekusi setidaknya 25 tahanan politik sejak awal serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel pada 28 Februari lalu.

Pada Minggu (3/5), Iran menghukum gantung seorang tahanan politik bernama Mehrab Abdollahzadeh di penjara Urmia. Dia ditangkap pada 22 Oktober 2022 selama unjuk rasa dan divonis bersalah atas keterlibatan dalam pembunuhan seorang anggota sukarelawan pasukan keamanan Iran dalam demo antipemerintah.

"Hukuman mati Mehrab Abdollahzadeh dilaksanakan pagi ini setelah menyelesaikan formalitas hukum," demikian dilaporkan situs web Mizan Online, yang dikelola otoritas kehakiman Iran.

Mizan Online mempublikasikan apa yang disebutnya sebagai bagian dari pengakuan Abdollahzadeh, di mana dia mengaku telah "memukul petugas tersebut beberapa kali di wajah".

Dua pria lainnya dieksekusi mati oleh otoritas Iran pada Sabtu (2/5) waktu setempat, setelah Mahkamah Agung negara tersebut memperkuat hukuman mati yang dijatuhkan kepada mereka atas tuduhan menjadi mata-mata Israel dan bekerja sama dengan Mossad.

Pusat media yang dikelola otoritas kehakiman Iran menyebut dua pria yang diidentifikasi sebagai Yaghoub Karimpour dan Nasser Bekrzadeh telah dihukum gantung di penjara pusat Urmia setelah proses hukum.

Simak juga Video: Iran Pastikan Tak Ada Demonstran yang Dieksekusi Hukuman Mati

Halaman 2 dari 2
(nvc/ita)


Berita Terkait