Iran Eksekusi Mati Pria Dituduh Kaki Tangan AS-Israel Saat Demo Rusuh

Iran Eksekusi Mati Pria Dituduh Kaki Tangan AS-Israel Saat Demo Rusuh

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 06 Apr 2026 16:34 WIB
Ilustrasi (dok. Reuters)
Ilustrasi (dok. Reuters)
Teheran -

Otoritas Iran mengeksekusi mati seorang terpidana pria yang dihukum atas tuduhan bertindak atas nama Israel dan Amerika Serikat (AS) selama gelombang unjuk rasa antipemerintah, yang marak di negara itu pada awal tahun ini, sebelum perang berkecamuk.

Laporan media Mizan Online, yang dikelola oleh otoritas kehakiman Iran, seperti dilansir AFP, Senin (6/4/2026), mengidentifikasi terpidana mati yang telah dieksekusi mati itu sebagai Ali Fahim. Eksekusi mati dilaksanakan dengan metode hukuman gantung pada Senin (6/4) waktu setempat.

"Ali Fahim, salah satu elemen musuh dalam kerusuhan teroris Dey (Januari)... telah dihukum gantung setelah Mahkamah Agung meninjau kasus tersebut dan mengonfirmasi putusan tersebut," demikian seperti dilaporkan Mizan Online.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Mizan Online, Fahim dinyatakan bersalah atas tuduhan bekerja melawan Iran atas nama "rezim Zionis dan Amerika Serikat", serta membobol situs militer rahasia untuk merebut persenjataan.

ADVERTISEMENT

Eksekusi mati terhadap Fahim merupakan eksekusi mati terbaru yang berkaitan dengan unjuk rasa antipemerintah yang berlangsung di Iran pada akhir Desember tahun lalu hingga awal Januari tahun ini.

Aksi massa yang awalnya memprotes kenaikan biaya hidup ini, akhirnya meluas dan berubah menjadi unjuk rasa antipemerintah yang digelar secara nasional di berbagai wilayah Iran, yang mencapai puncaknya pada 8-9 Januari lalu.

Otoritas Teheran menyebut unjuk rasa dimulai sebagai aksi damai pada Desember tahun lalu, namun akhirnya berubah menjadi "kerusuhan yang dihasut oleh pihak asing", yang melibatkan pembunuhan dan vandalisme.

Iran mengatakan lebih dari 3.000 orang tewas selama kerusuhan berlangsung. Para korban tewas terdiri atas personel pasukan keamanan Iran dan warga sipil. Otoritas Teheran mengaitkan tindak kekerasan selama kerusuhan berlangsung dengan "tindakan teroris".

Namun, Human Rights Activists News Agency (HRANA) yang berbasis di AS melaporkan bahwa pihaknya telah mencatat lebih dari 7.000 kematian, dengan sebagian besar di antaranya merupakan para demonstran. HRANA menambahkan bahwa jumlah korban tewas bisa saja lebih tinggi dari angka yang tercatat.

Terlepas dari itu, eksekusi mati itu dilaksanakan di tengah latar belakang perang antara Iran melawan AS dan Israel, yang meletus sejak 28 Februari lalu. Teheran membalas dengan gelombang serangan rudal dan drone menargetkan Israel dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS.

Lihat juga Video: Gedung Putih Sebut Iran Batalkan Rencana Eksekusi Mati 800 Pedemo

Halaman 2 dari 2
(nvc/ita)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini