×
Ad

5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 09 Mei 2026 19:50 WIB
Menlu Iran Abbas Araghchi (dok. AFP)
Jakarta -

Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran, Abbas Araghchi, mengkritik Amerika Serikat (AS) yang disebut lebih memilih "petualangan militer yang gegabah" daripada diplomasi. Jet tempur AS menembaki dan melumpuhkan dua kapal tanker berbendera Iran pada Jumat (8/5) waktu setempat.

Araghchi, dalam pernyataan terbarunya, menuduh AS sengaja menggunakan tindakan militer setiap kali solusi diplomatik dengan Iran tampak memungkinkan. Dia menegaskan rakyat Iran "tidak pernah tunduk pada tekanan".

Sementara itu, Washington menuduh kedua kapal tanker Iran itu berusaha melanggar blokade laut AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Teheran.

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Sabtu (9/5/2026):

- UEA Cegat 2 Rudal-3 Drone Diluncurkan dari Iran, 3 Orang Luka-luka

Uni Emirat Arab (UEA) melaporkan pertahanan udaranya mencegat rentetan serangan udara yang terdeteksi diluncurkan dari wilayah Iran pada Jumat (8/5) waktu setempat. Sedikitnya tiga orang mengalami luka-luka akibat serangan tersebut.

Kementerian Pertahanan UEA dalam pernyataan via media sosial X, seperti dilansir Al Arabiya dan The National, Sabtu (9/5/2026), mengatakan bahwa sedikitnya dua rudal balistik dan tiga drone, yang menurut UEA ditembakkan oleh Iran, dicegat oleh sistem pertahanan udara negaranya pada Jumat (8/5).

Disebutkan oleh Kementerian Pertahanan UEA bahwa tiga orang mengalami luka-luka sedang.

- Iran Kritik AS: Lebih Pilih Petualangan Militer Gegabah Daripada Diplomasi

Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran, Abbas Araghchi, melontarkan kritikan terbaru untuk Amerika Serikat (AS), yang disebut lebih memilih "petualangan militer yang gegabah" daripada diplomasi. Araghchi menuduh AS sengaja menggunakan tindakan militer setiap kali solusi diplomatik dengan Iran tampak memungkinkan.

"Setiap kali solusi diplomatik ada di meja perundingan. AS memilih petualangan militer yang gegabah," kata Araghchi dalam pernyataan terbaru via media sosial X, seperti dilansir Middle East Monitor, Sabtu (9/5/2026).

"Apa pun penyebabnya, hasilnya sama: rakyat Iran tidak pernah tunduk pada tekanan," tegasnya.




(nvc/nvc)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork